Warga Boleh Tangkap Begal, Polda Jabar Tegaskan Pelaku Tak Boleh Sampai Tewas

Author: Redaksi Android62

Polda Jawa Barat membolehkan warga membantu menangkap pelaku begal yang tertangkap saat beraksi. Namun, tindakan tersebut harus tegas dan terukur serta tidak boleh berujung pada kematian pelaku.

Penegasan ini disampaikan di tengah perhatian terhadap kejahatan jalanan di Bandung dan sejumlah wilayah lain di Jawa Barat. Kepolisian juga menyatakan akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap para pelaku begal.

Batas Tindakan Warga

Kabid Humas Polda Jawa Barat Hendra Rochmawan menekankan bahwa keterlibatan warga dibolehkan ketika menemukan langsung aksi kriminal. Warga diminta tidak melampaui batas dalam upaya menghentikan atau menangkap pelaku.

“Upaya kita yang pertama adalah perintah Pak Kapolda untuk tindak tegas terukur jelas, dan ini tidak hanya kepada polisi kepada masyarakat pun boleh ya. Tapi dengan catatan tegas dan terukur, tidak boleh sampai mati lah istilahnya,” kata Hendra.

Ketentuan itu menempatkan keselamatan dan penegakan hukum sebagai pertimbangan utama saat warga menghadapi pelaku kejahatan di jalanan. Setelah pelaku diamankan, proses penanganannya tetap berada dalam koridor hukum.

Pengungkapan Melebihi Kasus yang Ramai Dibicarakan

Sepanjang Juli 2026, terdapat 19 kasus kejahatan jalanan di Jawa Barat yang ramai dibahas melalui media sosial. Dalam periode penanganan tersebut, polres jajaran Polda Jabar telah mengungkap 24 kasus begal.

Data Penanganan Jumlah Keterangan
Kejahatan jalanan yang ramai di media sosial 19 kasus Juli 2026 di Jawa Barat
Kasus begal yang diungkap 24 kasus Oleh polres jajaran

Perbedaan angka tersebut menunjukkan penanganan polisi tidak hanya didasarkan pada peristiwa yang mendapat perhatian luas di internet. Pengungkapan juga dilakukan terhadap perkara lain yang ditelusuri oleh jajaran kepolisian.

Hendra menyampaikan apresiasi kepada warga yang mengunggah informasi kejadian di media sosial. Menurut dia, unggahan itu membantu polisi menelusuri peristiwa yang menonjol dan membutuhkan tindak lanjut.

“Terima kasih sekali pada masyarakat yang telah memposting, sehingga kita bisa telusuri berbagai kejadian-kejadian yang saat ini menonjol dan viral ya,” ujar Hendra di Mapolda Jawa Barat, Selasa, 21 Juli 2026. Perhitungan 19 kasus yang disebutkannya mencakup wilayah Jawa Barat.

Pengamanan Bandung Raya Diperkuat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan telah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk memperkuat pengamanan di daerah rawan kriminal. Langkah teknis dan taktis itu direncanakan menjangkau Bandung Raya serta seluruh wilayah Jawa Barat.

Koordinasi tersebut ditujukan untuk merespons kekhawatiran masyarakat terhadap tindak kriminal di jalanan. Pengamanan diharapkan dapat memberi rasa aman bagi warga pada wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

“Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat,” kata Dedi. Pernyataan itu menegaskan penguatan pengamanan tidak hanya berfokus pada satu kawasan.

Patroli Lingkungan di Tingkat RT dan RW

Selain langkah aparat, Dedi mengajak masyarakat menjaga lingkungan masing-masing melalui patroli. Kegiatan itu didorong berlangsung di tingkat RT dan RW, terutama pada titik strategis di kota maupun desa.

Patroli lingkungan diarahkan untuk membantu pencegahan pembegalan, perampokan, dan bentuk kriminalitas lain. Peran warga dipandang penting dalam menjaga kewaspadaan tanpa menggantikan tugas aparat penegak hukum.

Ajakan menjaga lingkungan berjalan beriringan dengan penguatan pengamanan oleh kepolisian di Bandung Raya dan wilayah lain di Jawa Barat. Warga diharapkan dapat melaporkan atau membantu penanganan kejadian secara terukur ketika situasi memungkinkan.

Source: www.metrotvnews.com
Berita Terbaru