Whispers Tetap Jalan Tanpa Drummer Utama, Es Resmi Jalani Masa Biksu Sementara

Author: Redaksi Android62

Posisi drummer Whispers kini diisi sementara oleh Pex dari band hardcore Thailand For Decision. Perubahan ini membuat Whispers tetap bisa melanjutkan aktivitas panggung sambil menunggu Es menyelesaikan masa hidup monastiknya sebagai biksu Buddhis.

Keputusan Es, yang juga dikenal sebagai Piyawutt, untuk vakum sementara dari musik menjadi sorotan besar di kalangan penggemar hardcore. Perhatian itu muncul bukan karena persoalan internal band, melainkan karena langkah tersebut diambil saat Whispers masih aktif tampil di panggung internasional.

Di Thailand, pilihan menjalani kehidupan sebagai biksu sementara bukan hal yang asing. Praktik ini sudah lama dikenal sebagai bagian dari tradisi spiritual laki-laki dewasa, sehingga langkah Es dipahami sebagai keputusan pribadi yang masih selaras dengan budaya di negaranya.

Whispers sendiri berasal dari Bangkok dan aktif sejak 2014. Band ini dikenal lewat musik metallic hardcore yang mereka sebut sebagai “Bangkok Evilcore”, sebuah identitas yang membuat nama mereka menonjol di skena hardcore Asia.

Popularitas Whispers tidak hanya terbatas di Thailand. Mereka juga pernah tampil di berbagai panggung internasional, termasuk tur ke Eropa dan Amerika Serikat, serta sempat muncul dalam program Audiotree Live di Chicago.

Kabar vakumnya Es pertama kali menyebar melalui media sosial resmi band. Respons penggemar pun cepat mengalir, terutama karena keputusan itu datang di tengah fase aktif bermusik yang sedang dijalani Whispers.

Banyak penggemar memaknai langkah tersebut sebagai bagian dari perjalanan spiritual yang wajar. Dalam budaya Thailand, masa menjadi biksu sementara sering dikaitkan dengan pendalaman diri, penghormatan kepada keluarga, dan ruang untuk refleksi pribadi.

Durasi masa monastik itu juga bisa berbeda-beda. Ada yang menjalaninya hanya beberapa minggu, sementara yang lain bisa sampai beberapa bulan, sehingga vakumnya Es tidak langsung dipandang sebagai tanda berhentinya perjalanan band.

Sebagian pendengar bahkan melihat keputusan itu sebagai wujud lain dari semangat hardcore. Bagi mereka, meninggalkan rutinitas panggung demi menjalani kehidupan spiritual menunjukkan ketegasan sikap yang tetap kuat dan personal.

Dengan formasi sementara yang sudah disiapkan, Whispers diperkirakan tetap melanjutkan agenda musik mereka. Sementara itu, Es menjalani fase monastik yang di Thailand memang memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial dan spiritual.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru