Samsung dikabarkan sedang menyiapkan pendekatan baru untuk layar lipatnya lewat lapisan Ultra Thin Glass yang lebih tebal. Perubahan ini disebut akan debut pada perangkat baru bernama Wide Fold, yang kini muncul sebagai salah satu model paling menarik dalam strategi ponsel lipat Samsung.
Jika kabar tersebut benar, fokus Samsung bukan lagi hanya mengejar kelenturan layar, melainkan juga ketahanan untuk penggunaan harian. Langkah ini berpotensi menjadi salah satu perubahan paling penting dalam evolusi layar lipat Samsung.
UTG 60 mikrometer untuk menekan lipatan
ZDNet Korea melaporkan Samsung akan membekali Wide Fold dengan UTG setebal sekitar 60 mikrometer. Ini lebih tebal dibandingkan sejumlah generasi Galaxy Z Fold sebelumnya.
Lapisan yang lebih tebal diyakini dapat membantu mengurangi visibilitas lipatan di bagian tengah layar. Selain itu, perlindungan terhadap tekanan eksternal, goresan, dan benturan ringan juga berpotensi meningkat.
Selama ini, Samsung memakai UTG yang lebih tipis untuk menjaga fleksibilitas layar. Namun pendekatan itu memiliki konsekuensi karena lipatan menjadi lebih terlihat dan perlindungan fisik cenderung lebih rendah.
Desain lebar dan rencana tiga ponsel lipat baru
Wide Fold disebut mengusung desain yang lebih lebar dengan bodi lebih pendek. Saat dibuka, formatnya dikatakan menyerupai paspor dan memberi ruang layar yang lebih luas untuk multitasking serta produktivitas.
Laporan yang sama menyebut Samsung juga menyiapkan tiga perangkat lipat baru, yaitu Galaxy Z Flip 8, Galaxy Z Fold 8, dan Wide Fold. Kehadiran model baru ini menunjukkan Samsung ingin memperluas portofolio lipatnya di tengah persaingan yang makin ketat.
Samsung juga disebut ingin memperkuat posisinya menghadapi produsen asal Tiongkok seperti Huawei, Honor, dan Vivo. Persaingan di segmen ini terus bergerak cepat dan menuntut pembaruan desain maupun material.
Evolusi ketebalan kaca lipat Samsung
Samsung selama ini terus bereksperimen dengan ketebalan UTG pada perangkat lipatnya. Galaxy Z Fold 6 disebut memakai UTG 30 mikrometer, lalu Samsung meningkatkannya menjadi 45 mikrometer pada Galaxy Z Fold SE dan kembali menggunakan ukuran yang sama pada Galaxy Z Fold 7.
Di sisi lain, Galaxy Z Flip 7 dikabarkan memakai UTG sekitar 50 mikrometer. Jika rumor terbaru benar, Wide Fold akan menjadi perangkat Samsung pertama dengan UTG hingga 60 mikrometer.
Menariknya, Galaxy Z Fold 8 disebut masih akan mempertahankan UTG 45 mikrometer. Strategi itu memberi ruang bagi Samsung untuk menguji respons pasar sebelum membawa teknologi baru ke lini yang lebih luas.
Berpotensi jadi proyek percontohan generasi berikutnya
Sejumlah pengamat industri menilai Wide Fold bisa menjadi proyek uji Samsung untuk masa depan ponsel lipatnya. Jika UTG yang lebih tebal terbukti memberi pengalaman yang lebih baik tanpa mengganggu engsel dan fleksibilitas layar, teknologi itu kemungkinan akan dipakai pada generasi berikutnya, termasuk Galaxy Z Fold 9.
Dari sisi bisnis, Samsung juga disebut menargetkan pengiriman lima hingga enam juta unit perangkat lipat hingga akhir tahun. Proyeksi internal perusahaan dikabarkan lebih optimistis terhadap Galaxy Z Fold 8 dan Wide Fold dibandingkan Galaxy Z Flip 8.
Salah satu alasannya berkaitan dengan performa penjualan seri Flip generasi sebelumnya yang disebut tidak sekuat harapan. Di sisi lain, permintaan untuk perangkat lipat bergaya buku dinilai terus naik, terutama di segmen premium.
Rantai pasokan dibuat berbeda untuk tiap lini
Laporan tersebut juga mengungkap adanya pembagian rantai pasokan yang berbeda di antara lini ponsel lipat Samsung. Iconi dan UTI disebut menangani proses awal UTG untuk seri Galaxy Z Flip, sementara penguatan kaca dilakukan langsung oleh Samsung.
Untuk Galaxy Z Fold dan Wide Fold, proses pemrosesan depan dan belakang dilaporkan ditangani oleh Dowinsys. Material kacanya disebut dipasok oleh Corning dan Schott, sedangkan panel OLED lipat dibuat oleh Samsung Display.
Dengan berbagai rumor yang terus berkembang, Wide Fold kini menjadi salah satu perangkat paling disorot dalam peta ponsel lipat Samsung. Hingga saat ini, Samsung belum memberikan konfirmasi resmi soal keberadaan maupun spesifikasi perangkat tersebut.
