Winter dari aespa mengungkap bahwa dirinya baru diterima SM Entertainment setelah tiga kali gagal audisi. Pengakuan itu mencuri perhatian karena selama ini ia dan Karina sama-sama kerap dikaitkan dengan citra visual khas agensi tersebut.
Dalam acara memasak JTBC, Please Take Care of My Refrigerator, Winter dan Karina membahas julukan “wajah khas SM” yang sering disematkan kepada mereka. Pembawa acara Kim Sung-joo bahkan menyinggung bahwa keduanya kerap dipandang sebagai representasi visual agensi itu.
Jalur masuk yang berbeda
Karina menilai Winter justru lebih cocok dengan sebutan tersebut. Namun Winter menolak anggapan itu dan menyebut Karina lebih layak menerima julukan tersebut karena jalur masuk mereka ke SM Entertainment berbeda jauh.
“Menurutku justru Karina. Aku gagal audisi SM sampai tiga kali. Aku terus mencoba sampai akhirnya diterima, sementara SM lebih dulu mengirim pesan langsung kepada Karina,” kata Winter seperti diberitakan www.cnnindonesia.com mengutip The Korea Times.
Winter lalu menambahkan dengan nada bercanda, “SM yang memilih Karina, tapi aku yang memilih SM.” Pernyataan itu memperlihatkan kontras perjalanan keduanya sebelum debut bersama dalam aespa.
Winter menempuh audisi, Karina direkrut lewat pesan langsung
Winter diketahui mulai menjadi trainee SM Entertainment sekitar 2017 setelah tiga kali gagal audisi. Sementara itu, Karina bergabung lebih dulu pada 2016 lewat direct message Instagram.
| Personel | Jalur Bergabung | Keterangan Penting |
|---|---|---|
| Winter | Audisi SM Entertainment | Sempat ditolak 3 kali sebelum diterima sebagai trainee sekitar 2017 |
| Karina | Direct message Instagram | Direkrut SM Entertainment pada 2016 |
Debut aespa dan capaian awal
Winter dan Karina kemudian debut bersama Giselle dan Ningning sebagai aespa pada 17 November 2020 lewat lagu Black Mamba. Karina memimpin grup itu sebagai leader.
Dalam laporan yang sama, Black Mamba disebut sempat mencatat penayangan tertinggi dalam 24 jam untuk video debut grup K-pop. Pada Juli 2022, aespa juga merilis EP Girls yang mencatat penjualan besar dan menjadi album terlaris oleh grup K-pop wanita dalam sejarah pada saat itu.
EP tersebut juga disebut sebagai rilisan pertama dari grup K-pop wanita yang terjual satu juta kopi pada minggu pertama perilisannya. Fakta itu menegaskan bahwa perjalanan Winter yang sempat tertolak tiga kali tidak menghalanginya menjadi bagian dari salah satu girl group paling menonjol di generasinya.
