Wisatawan Asing Masih Menopang, Pemesanan Hotel Indonesia Diprediksi Pulih di September

Author: Redaksi Android62

Pemesanan hotel di Indonesia diproyeksikan kembali tumbuh pada September setelah melemah dalam tiga bulan terakhir. Laporan SiteMinder’s Hotel Booking Trends memperkirakan kenaikan pemesanan sebesar 2,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di tengah perlambatan itu, pasar hotel nasional masih menunjukkan daya tahan karena permintaan dari wisatawan internasional tetap sangat dominan. Tahun ini, wisatawan asing menyumbang 94,1% dari total pemesanan hotel, naik dari 93,3% pada 2025.

Dominasi pelancong mancanegara masih sangat kuat

Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi ketiga di Asia untuk proporsi wisatawan internasional tertinggi. Di atas Indonesia ada Singapura dengan 97% dan Thailand dengan 96,6%.

Kondisi itu memperlihatkan bahwa pasar hotel domestik masih sangat bergantung pada pergerakan pelancong dari luar negeri. Saat permintaan internasional tetap stabil, industri perhotelan Indonesia masih memiliki ruang untuk pulih.

Periode Perubahan Pemesanan Keterangan
Juni -4,5% Lebih rendah dari tahun sebelumnya
Juli -4,6% Masih mengalami penurunan
Agustus -5,8% Penurunan terdalam di pertengahan tahun
September +2,3% Diproyeksikan kembali tumbuh

Selama pertengahan tahun, permintaan hotel di Indonesia memang sempat turun 3,9%. Namun proyeksi September memberi sinyal bahwa pasar mulai bergerak ke arah pemulihan setelah tiga bulan lesu.

Kenaikan permintaan itu juga sejalan dengan perubahan pola belanja wisatawan. Rata-rata tamu membayar US$226 per malam, naik 2% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara durasi menginap mencapai 3,1 malam atau tumbuh 3%.

Harga kamar ikut naik, masa inap semakin panjang

Tarif tertinggi tercatat pada Juli, saat rata-rata wisatawan membayar US$241 per malam. Pada saat yang sama, tamu justru cenderung tinggal lebih lama, menandakan adanya minat perjalanan yang tetap aktif meski pasar tengah melemah.

Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, menilai perlambatan pada pertengahan tahun tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi industri perhotelan di Indonesia. Menurut dia, permintaan dari wisatawan internasional tetap kuat, diikuti kenaikan harga kamar dan durasi menginap.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak mengurangi aktivitas bepergian, melainkan menjadi lebih selektif dalam menentukan destinasi dan waktu perjalanan mereka,” ujar Fifin.

Ia menambahkan bahwa periode pertengahan tahun masih menyimpan peluang besar bagi hotel-hotel di Indonesia. Karena itu, hotel dinilai perlu memahami perubahan perilaku pasar dan asal permintaan dengan lebih cepat.

Fifin menekankan bahwa teknologi kini menjadi kebutuhan penting karena dapat menyediakan informasi pasar secara real time. “Dengan teknologi yang tepat, hotel dapat memperoleh informasi pasar secara real time dan menyesuaikan strategi penjualan maupun distribusi kamar dengan lebih cepat ketika tren permintaan berubah,” katanya.

SiteMinder merupakan platform teknologi untuk industri perhotelan global yang memproses lebih dari 135 juta pemesanan hotel setiap tahun. Data dari platform itu menunjukkan bahwa pemesanan hotel di Indonesia masih memiliki ruang tumbuh, terutama selama permintaan wisatawan internasional tetap menjadi motor utama pasar.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru