Wisatawan Nusantara tetap menjadi penopang utama pariwisata Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik global. Kementerian Pariwisata mencatat 523,22 juta perjalanan wisata domestik sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Jumlah tersebut meningkat 2,86 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu memperlihatkan minat masyarakat untuk berlibur di dalam negeri masih terjaga.
Pada Mei 2026, perjalanan domestik tumbuh 8,69 persen secara tahunan. Angka ini memperkuat peran mobilitas wisata dalam menjaga aktivitas sektor pariwisata nasional.
Keselamatan Masuk Program Strategis
Di tengah tingginya perjalanan masyarakat, pemerintah menempatkan keselamatan sebagai salah satu fokus pengembangan destinasi. Kementerian Pariwisata memasukkan peningkatan keselamatan berwisata ke dalam program strategis untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa program tersebut mencakup edukasi bagi wisatawan serta peningkatan kapasitas pelaku usaha. Langkah itu juga meliputi sertifikasi kompetensi, penyusunan standar keselamatan, dan pemetaan kawasan wisata yang berpotensi terdampak bencana.
| Fokus Program | Langkah Utama | Tujuan |
|---|---|---|
| Edukasi wisatawan | Pemahaman keselamatan berwisata | Meningkatkan kesiapan pengunjung |
| Pelaku pariwisata | Pelatihan kompetensi dan sertifikasi | Memperkuat layanan dan keamanan |
| Destinasi wisata | Penyusunan standar keselamatan | Mendorong kenyamanan pengunjung |
| Kawasan rawan bencana | Pemetaan potensi bencana | Mendukung mitigasi risiko |
Edukasi keselamatan ditujukan agar pengunjung memiliki pemahaman lebih baik saat berada di lokasi wisata. Sementara itu, pelatihan dan sertifikasi diharapkan memperkuat kesiapan pelaku pariwisata dalam memberikan layanan yang aman.
Penyusunan standar keselamatan menjadi bagian penting untuk membangun destinasi yang nyaman. Pemetaan daerah dengan potensi bencana juga diperlukan agar upaya mitigasi risiko dapat dilakukan dengan lebih terarah.
Euforia Spanyol Berlangsung dari Barcelona
Pada hari yang sama, perhatian publik juga tertuju pada keberhasilan Timnas Spanyol melaju ke final Piala Dunia FIFA 2026. Raja Felipe VI merayakan kemenangan itu bersama Ratu Letizia, Putri Leonor, dan Infanta Sofia dari Barcelona.
Keluarga kerajaan tidak menyaksikan laga semifinal melawan Prancis langsung dari AT&T Stadium di Arlington, Texas. Mereka tetap berada di Barcelona karena menjalankan agenda resmi kerajaan.
Rumah Tangga Kerajaan Spanyol membagikan rekaman ketika keluarga tersebut mengikuti pertandingan dengan antusias. Dalam tayangan itu, mereka tampak mengenakan jersey resmi Timnas Spanyol dengan penampilan yang serasi.
Agenda yang membuat mereka tetap berada di Barcelona adalah penyelenggaraan Princess of Girona Awards. Kewajiban tersebut membuat keluarga kerajaan tidak dapat terbang ke Amerika Serikat untuk hadir di stadion.
Peristiwa di Spanyol dan Indonesia menghadirkan gambaran berbeda pada hari yang sama. Satu sisi memperlihatkan perayaan sepak bola keluarga kerajaan, sedangkan sisi lain menegaskan pentingnya keselamatan dan perjalanan domestik bagi pariwisata Indonesia.
Source: www.liputan6.com






