WMPP Kebingungan Defisit Makin Dalam, Penjualan Tumbuh Tak Menutup Tekanan Neraca

Author: Redaksi Android62

Tekanan pada struktur keuangan PT Widodo Makmur Perkasa Tbk atau WMPP belum mereda meski penjualan perusahaan mencatat kenaikan yang kuat. Dalam laporan keuangan tahun buku 2025 yang dirilis pada Selasa, 14 April 2026, defisit perseroan justru melebar menjadi Rp1,57 triliun dari posisi sebelumnya Rp1,36 triliun.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan belum sepenuhnya mampu memperbaiki kondisi neraca. Di sisi lain, beban yang masih besar membuat ruang perbaikan laba dan ekuitas WMPP tetap terbatas.

Penjualan naik, tetapi beban masih berat

WMPP membukukan penjualan sebesar Rp1,01 triliun, atau naik 76,62 persen dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan ini menandakan aktivitas usaha masih berjalan dan permintaan di sejumlah lini tetap terbentuk.

Namun, kenaikan omzet tersebut belum cukup untuk memberikan dorongan yang seimbang bagi kinerja keuangan. Beban pokok penjualan ikut membesar hingga Rp1 triliun, sehingga margin perusahaan tetap terjepit.

Rugi bersih menyusut, tetapi neraca belum pulih

Dari sisi laba, WMPP memang mencatat perbaikan. Rugi bersih tahun berjalan turun menjadi Rp212,34 miliar dari sebelumnya Rp567,78 miliar.

Meski demikian, penurunan rugi bersih itu belum mengubah gambaran besar pada neraca. Liabilitas perusahaan naik menjadi Rp4,04 triliun dari Rp3,97 triliun, sementara total aset turun menjadi Rp4,54 triliun.

Berikut ringkasan sejumlah angka utama yang tercatat dalam laporan keuangan WMPP:

  1. Defisit: Rp1,57 triliun
  2. Defisit sebelumnya: Rp1,36 triliun
  3. Liabilitas: Rp4,04 triliun
  4. Liabilitas sebelumnya: Rp3,97 triliun
  5. Total aset: Rp4,54 triliun
  6. Penjualan: Rp1,01 triliun
  7. Rugi bersih: Rp212,34 miliar

Susunan angka itu memperlihatkan bahwa pertumbuhan penjualan belum diikuti penguatan struktur keuangan secara merata. Dengan aset yang menyusut dan kewajiban yang meningkat, tekanan terhadap neraca WMPP masih terasa jelas.

Opini audit masih wajar dengan pengecualian

Akuntan Publik Jojo Senaryo & Rekan tetap memberikan opini wajar dengan pengecualian atau WDP atas laporan keuangan perusahaan. Dalam laporannya, auditor menyebut belum memperoleh bukti yang cukup mengenai kecukupan nilai Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atau CKPN piutang.

Selain itu, terdapat pula persoalan kewajiban pajak penghasilan yang belum selesai. Auditor tidak menghitung besaran kewajiban tersebut karena manajemen grup berencana menyelesaikannya sendiri melalui komunikasi dengan Direktorat Jenderal Pajak.

Langkah manajemen dan fokus pasar

Manajemen WMPP menyatakan telah melakukan evaluasi berkala atas kualitas piutang dan membentuk CKPN sesuai kemungkinan penagihan. Sejumlah piutang juga disebut masih dalam proses penagihan aktif, dijadwal ulang, atau didukung jaminan tertentu agar risiko gagal bayar tetap terkendali.

Perseroan menegaskan status WDP tidak mengganggu keberlangsungan usaha maupun aktivitas harian. Di tengah kondisi itu, pasar masih menyoroti tiga hal utama, yaitu kenaikan liabilitas, penyusutan aset, serta ketidakpastian atas kualitas piutang dan penyelesaian kewajiban pajak.

Untuk memperkuat modal, WMPP tetap menyiapkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Selama isu CKPN, pajak, dan struktur permodalan belum tuntas, defisit perusahaan berpotensi tetap tinggi meski penjualan menunjukkan pemulihan.

Berita Terbaru