Wuling Air EV Bekas Kini Banyak Di Level Rp100 Jutaan, Selisih Tipe Masih Lebar

Author: Redaksi Android62

Wuling Air EV bekas kini banyak muncul di pasar sekunder dengan banderol sekitar Rp100 jutaan sampai Rp130 jutaan. Selisih antunitnya cukup lebar, karena harga sangat dipengaruhi tahun produksi, tipe, kondisi mobil, dan jarak tempuh.

Di antara unit yang paling sering terlihat, Wuling Air EV Standard produksi 2023 dengan odometer sekitar 10.000 km dipasarkan di kisaran Rp100 juta sampai Rp110 jutaan. Sementara itu, Air EV Long Range produksi 2022 dengan jarak tempuh 15.000 sampai 20.000 km ada yang ditawarkan sekitar Rp130 juta hingga Rp140 jutaan.

Rentang harga yang paling sering muncul

Meski selisihnya terasa jauh, banyak penawaran tetap berkumpul di level Rp120 jutaan sampai Rp130 jutaan. Rentang itu dinilai masih menarik karena usia mobil relatif muda dan kondisi unit umumnya masih layak dipakai untuk kebutuhan harian di dalam kota.

Bagi calon pembeli, variasi harga seperti ini bukan hal aneh di pasar mobil bekas. Setiap unit membawa riwayat pemakaian berbeda, sehingga kondisi fisik dan kilometer tempuh punya pengaruh besar terhadap nilai jual.

Depresiasi yang terasa cepat

Jika dibandingkan harga baru, penurunan nilai Wuling Air EV bekas memang terlihat cukup tajam. Suara.com mencontohkan varian Standard yang saat baru berada di sekitar Rp180 jutaan, kini dapat ditemukan di sekitar Rp105 jutaan di pasar bekas.

Dalam rentang satu sampai dua tahun, depresiasinya bisa mencapai Rp60 juta sampai Rp70 jutaan. Kondisi ini justru membuka peluang bagi konsumen yang ingin memiliki mobil listrik dengan modal lebih ringan.

Mengapa harga bekasnya turun

Ada beberapa hal yang ikut menekan harga jual kembali Wuling Air EV. Salah satunya adalah perkembangan teknologi baterai yang berjalan cepat, membuat model yang lebih lama tampak tertinggal ketika pabrikan lain menghadirkan teknologi yang lebih efisien dan ekonomis.

Dari sisi pembiayaan, lembaga keuangan juga masih cenderung selektif terhadap mobil listrik bekas. Akibatnya, akses kredit belum selalu mudah dan jumlah pembeli di pasar sekunder tidak sebanyak di pasar mobil konvensional.

Kekhawatiran soal infrastruktur pengisian daya juga masih memengaruhi minat sebagian konsumen. Meski stasiun pengisian terus bertambah, persepsi tentang kemudahan charging di luar kota atau di wilayah tertentu belum sepenuhnya hilang.

Persaingan antarmerek pun ikut memberi tekanan. Kehadiran model EV baru dengan harga yang kompetitif dan spesifikasi yang lebih segar membuat nilai jual kembali Wuling Air EV second ikut bergerak turun.

Bekas murah, fitur masih relevan

Di tengah penurunan harga, Wuling Air EV tetap punya daya tarik sebagai kendaraan listrik kompak untuk mobilitas perkotaan. Bentuknya yang ringkas membuat model ini cocok untuk kebutuhan harian, terutama bagi pengguna yang mencari mobil praktis dan efisien.

Untuk tipe Standard Range, Wuling membekali Air EV dengan baterai lithium ferro-phosphate atau LFP berkapasitas 17,3 kWh. Klaim jarak tempuhnya mencapai 200 kilometer, sedangkan varian Long Range menggunakan baterai 26,7 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 300 kilometer.

Perbedaan ini membuat Long Range menawarkan ruang gerak yang lebih luas untuk mobilitas yang lebih panjang. Pada saat yang sama, tipe Standard tetap menjadi opsi yang masuk akal untuk penggunaan dalam kota.

Hal yang perlu dicek sebelum membeli

Konsumen mobil bekas biasanya perlu memperhatikan kondisi baterai, riwayat pemakaian, jarak tempuh, dan kelengkapan fitur sesuai varian. Empat hal itu sangat menentukan apakah sebuah unit layak dibeli, meski membawa nama model yang sama.

Dari sisi perlengkapan, Air EV sudah dibekali Electric Power Window, Multifunction Steering Wheel, USB Charging Port, dan rating IP67 waterproof battery. Pada tipe Long Range, perlengkapannya lebih lengkap lagi, termasuk Integrated Floating Widescreen dengan meter cluster 10,25 inci dan head unit 10,25 inci, jok synthetic leather, keyless entry, Smart Start System, serta Extended Horizon LED DRL.

Wuling juga menyematkan fitur keselamatan seperti dua airbags, rem cakram ganda dengan ABS dan EBD, TPMS, serta Sound Module for Pedestrian Warning. Dengan banderol mulai Rp100 jutaan, Wuling Air EV bekas masih menjadi salah satu pilihan mobil listrik sekunder yang cukup menarik bagi konsumen yang mengejar harga terjangkau dan fitur yang masih relevan untuk penggunaan kota.

Source: www.suara.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru