Wuling Eksion Lolos Tanjakan Tanpa Isi BBM, Jalur Nyata PHEV Terbukti Efisien

Wuling Eksion membuktikan bahwa teknologi PHEV bukan hanya hemat di atas kertas, tetapi juga sanggup menuntaskan perjalanan lintas kota tanpa berhenti mengisi BBM. Dalam uji jalan dari Jakarta menuju Yogyakarta, tidak satu pun kendaraan peserta singgah ke SPBU sepanjang rute.

Hasil itu menjadi sorotan utama karena perjalanan dilakukan di jalur yang dekat dengan kebutuhan mobil keluarga di Indonesia. Rutenya mencakup tol, jalan kota, jalan nasional, hingga kawasan pegunungan dengan tanjakan dan tikungan yang menuntut tenaga lebih stabil.

Kegiatan bertajuk Exploring Family Journeys tersebut berlangsung pada 3–5 Juni 2026. Wuling Motors mengerahkan delapan unit Wuling Eksion untuk menempuh rute Jakarta–Purwokerto–Wonosobo–Yogyakarta.

Pengujian juga dibuat realistis sejak awal. Setiap mobil diisi empat orang peserta beserta barang bawaan, sehingga kondisi yang dihadapi mendekati kebutuhan perjalanan keluarga sehari-hari.

Respons mobil tetap terjaga di jalur menanjak

Etape menuju Wonosobo menjadi bagian yang paling menantang karena kontur jalan menanjak dengan perubahan elevasi yang cukup tajam. Dalam situasi seperti ini, kolaborasi mesin bensin dan motor listrik membuat akselerasi tetap responsif.

Karakter itu masih terasa ketika rombongan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Tenaga yang tersedia memberi rasa percaya diri lebih bagi pengemudi saat menghadapi jalur berkelok dan kondisi jalan yang berubah-ubah.

Format PHEV memberi ruang kompromi bagi pengguna yang masih khawatir dengan keterbatasan jarak tempuh mobil listrik murni. Pengemudi tetap bisa merasakan kerja motor listrik, namun masih memiliki cadangan tenaga dari mesin bensin saat dibutuhkan.

Teknologi hybrid yang fleksibel

Wuling Eksion PHEV mengandalkan mesin bensin 1.500 cc, motor listrik bertenaga 145 kW, baterai 20,5 kWh, dan Dedicated Hybrid Transmission atau DHT. Kombinasi ini membuat perpindahan sumber tenaga dapat berlangsung adaptif sesuai kondisi jalan dan kebutuhan performa.

Mobil ini juga menyediakan beberapa mode berkendara, yakni Eco, Normal, dan Sport. Pengguna dapat memilih pengaturan energi EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority sesuai kebutuhan perjalanan.

Product Communication Manager Wuling Motors, Danang Wiratmoko, menyebut sistem hybrid pada Wuling Eksion dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan sumber tenaga secara otomatis. Menurut dia, dukungan mode berkendara dan pengaturan energi membantu sistem menyesuaikan penggunaan tenaga listrik maupun mesin bensin saat dibawa perjalanan jauh.

Di Indonesia, Wuling Eksion ditawarkan dalam dua pilihan teknologi, yaitu EV dan PHEV. Untuk wilayah Jakarta, Eksion EV dijual mulai Rp389 juta untuk varian EV CE dan Rp459 juta untuk varian EV EX, sedangkan Eksion PHEV dibanderol mulai Rp449 juta hingga Rp499 juta.

Ada catatan pada fitur keselamatan

Di tengah hasil efisiensi yang menonjol, pengujian ini juga mencatat catatan pada fitur keselamatan. Dalam beberapa kesempatan, sistem lane keeping assist tidak memberikan respons saat kendaraan melintasi marka putus-putus meskipun marka jalan terlihat jelas.

Namun, fitur tersebut tidak sepenuhnya gagal bekerja. Pada kesempatan lain, sistem tetap mampu memberi peringatan dan membantu kendaraan bertahan di jalurnya.

Catatan itu menunjukkan bahwa performa fitur masih berfungsi, tetapi konsistensi kerjanya tetap perlu menjadi perhatian. Detail seperti ini penting karena pengujian di kondisi nyata sering memunculkan hasil yang tidak selalu terlihat dari spesifikasi di atas kertas.

Melalui perjalanan lintas kota ini, Wuling tidak hanya menampilkan angka efisiensi. Wuling Eksion diuji dalam skenario yang lebih dekat dengan kebutuhan keluarga Indonesia, dengan hasil paling kuat pada daya jelajah, fleksibilitas sistem hybrid, dan kemampuan menaklukkan rute panjang tanpa drama pengisian bahan bakar.

Berita Terkait