Xiaomi disebut sedang menyiapkan ponsel lipat baru dengan desain yang lebih pendek dan lebih lebar, sebuah pendekatan yang bisa mengubah cara pengguna memakai foldable dalam keseharian. Jika bocoran ini akurat, perangkat tersebut berpotensi menjadi salah satu penantang paling menarik untuk arah produk lipat yang juga dikaitkan dengan Apple.
Informasi awal mengenai perangkat ini muncul dari temuan HyperOS oleh pembocor Xiaobai Reviews di Weibo. Dari jejak yang ditemukan, Xiaomi dikabarkan tidak hanya meneruskan pola desain foldable bergaya buku yang umum di pasaran, tetapi mencoba menawarkan format yang lebih ringkas dan terasa lebih natural saat perangkat masih tertutup.
Format lebar yang jadi pembeda
Berbeda dari banyak ponsel lipat model buku yang cenderung tinggi dan ramping saat ditutup, desain baru Xiaomi disebut akan tampil lebih pendek dan lebar. Pendekatan seperti ini dinilai bisa membuat layar luar terasa lebih dekat dengan pengalaman memakai smartphone biasa.
Dalam penggunaan harian, bentuk tersebut berpotensi memberi keuntungan yang jelas. Aktivitas seperti mengetik, menjelajah web, dan berpindah aplikasi dapat terasa lebih nyaman tanpa harus selalu membuka perangkat.
Saat dibentangkan, perangkat ini tetap diperkirakan membawa layar besar ala tablet. Kombinasi itu menjadi daya tarik utama foldable, karena pengguna bisa mendapatkan kenyamanan ponsel biasa sekaligus ruang kerja yang lebih lapang ketika dibuka.
Masih sebatas bocoran, tetapi arahnya terlihat jelas
Perangkat ini dikaitkan dengan nama Xiaomi 18 Fold atau Mix Fold 5, meski belum ada konfirmasi resmi dari Xiaomi. Karena masih berada pada tahap bocoran awal, nama final maupun posisi produknya masih bisa berubah.
Bocoran yang beredar juga menyebut Xiaomi ingin membekali perangkat ini dengan kelas hardware flagship. Selain itu, sektor kamera dikabarkan akan mendapat peningkatan, walau rincian spesifikasinya belum dijelaskan secara resmi.
Sebuah unggahan yang ikut membahas isu ini bahkan menyebut kemungkinan kamera 200MP, chipset Xring O3, dan sistem tiga kamera Leica. Namun detail tersebut belum mendapat penegasan dari Xiaomi, sehingga masih perlu diperlakukan sebagai rumor.
Persaingan dengan Apple ikut memanas
Kabar tentang foldable Xiaomi ini menjadi menarik karena Apple juga terus dirumorkan menyiapkan iPhone Ultra sebagai perangkat lipat. Berdasarkan rumor yang beredar, Apple disebut menargetkan peluncuran pada 2026 dengan layar lipat yang lebih lebar serta perangkat keras premium.
Jika Xiaomi benar meluncurkan foldable kompak berformat lebar lebih dulu, perusahaan itu bisa berada di posisi yang menguntungkan sebelum Apple resmi masuk ke segmen yang sama. Dalam situasi seperti ini, Xiaomi berpeluang menjadi salah satu merek Android yang paling awal menggarap arah desain yang kelak diasosiasikan dengan iPhone Ultra.
Persaingan semacam ini tidak hanya soal spesifikasi, tetapi juga soal bentuk dan kenyamanan pakai. Di pasar foldable yang semakin padat, faktor paling menentukan justru bisa datang dari desain yang paling efektif dipakai setiap hari.
Peluang Xiaomi di pasar global
Jika benar dirilis, perangkat ini juga dapat membuka ruang baru bagi Xiaomi di pasar Barat. Huawei memang sudah dikenal dengan pendekatan serupa dan memiliki kemampuan perangkat keras yang kuat, tetapi jangkauannya di wilayah tersebut terbatas oleh pembatasan dagang dan sanksi yang masih berlangsung.
Situasi itu bisa memberi celah bagi Xiaomi untuk tampil lebih menonjol bila mampu membawa konsep foldable lebar ke pasar yang lebih luas. Dengan desain baru, hardware flagship, dan peningkatan kamera, perangkat ini berpotensi menjadi salah satu rilisan Xiaomi yang paling diperhatikan di kategori ponsel lipat.
Untuk saat ini, semua informasi tersebut masih berada di wilayah bocoran dan spekulasi awal. Meski begitu, arah yang terlihat dari HyperOS menunjukkan bahwa Xiaomi tampaknya sedang menyiapkan foldable yang tidak sekadar menjadi penerus biasa, melainkan mencoba menawarkan cara pakai yang berbeda dari foldable pada umumnya.
