Harga yang muncul untuk Xiaomi Smart Band 10 Pro langsung mencuri perhatian, karena daftar di Magazine Luiza menempatkannya pada kisaran BRL 734 hingga BRL 849. Angka itu terlihat tinggi untuk sebuah smart band dan membuat posisi produknya ikut jadi bahan pembicaraan sebelum Xiaomi memberi pengumuman resmi.
Kemunculan perangkat di etalase toko Brasil ini menjadi sinyal yang sulit diabaikan. Listing semacam itu biasanya menunjukkan sebuah produk sudah berada di tahap akhir sebelum rilis, apalagi saat jejaknya sudah muncul bersamaan dengan bocoran lain dari jalur sertifikasi.
Varian warna dan arah desain
Dari tampilan yang terdaftar, Smart Band 10 Pro hadir dalam tiga pilihan warna, yaitu hitam, silver, dan pink. Keberadaan beberapa opsi ini memperkuat kesan bahwa perangkat memang sudah disiapkan untuk masuk ke pasar dalam waktu dekat.
Secara visual, Xiaomi masih mempertahankan bentuk smart band dengan layar besar. Pendekatan ini membuat perangkat tetap akrab dilihat dan tidak melompat jauh dari generasi sebelumnya.
Yang paling menonjol justru ada pada varian keramik. Model ini disebut membawa perubahan material yang terasa, meski tidak diikuti pembesaran ukuran bodi.
Bobot berbeda, kelas terasa naik
Smart Band 10 Pro model standar dikabarkan memiliki bobot di bawah 40 gram. Sementara itu, versi keramik melampaui 50 gram, sehingga sensasi saat dipakai diperkirakan akan berbeda cukup jelas.
Perbedaan bobot itu tampaknya berasal dari material bodi, bukan perubahan dimensi besar-besaran. Sebagai pembanding internal, Band 9 Pro dengan frame aluminium sendiri memiliki bobot di bawah 25 gram tanpa strap.
Dari situ, varian keramik terlihat diposisikan sebagai opsi yang lebih premium. Xiaomi tampaknya ingin memberi pilihan yang lebih mewah tanpa mengubah format dasar perangkat secara ekstrem.
Spesifikasi inti masih dekat dengan generasi sebelumnya
Di bagian layar, Smart Band 10 Pro diperkirakan tetap memakai panel AMOLED 1,74 inci. Ukuran ini sama seperti yang digunakan pada Band 9 Pro, sehingga arah pembaruannya terlihat lebih halus daripada total.
Kapasitas baterainya tercatat 380mAh. Daya tahan yang diklaim mencapai 25 hari membuatnya sedikit lebih panjang dibanding 21 hari pada model sebelumnya.
Tambahan empat hari itu memang bukan lompatan besar, tetapi tetap berguna untuk perangkat wearable. Pengguna harian bisa mendapat pengisian daya yang lebih jarang dan pengalaman pakai yang lebih praktis.
Dukungan sistem operasinya juga disebut tidak berubah. Perangkat ini diharapkan tetap kompatibel dengan Android dan iOS seperti generasi sebelumnya.
Jejak sertifikasi ikut menguatkan dugaan peluncuran
Selain listing toko, ada petunjuk lain yang membuat kemunculan Smart Band 10 Pro terasa makin nyata. Model number yang sesuai dengan skema penamaan perangkat itu sudah muncul di basis data sertifikasi NRRA Korea Selatan pada Januari.
Kemunculan di database sertifikasi menunjukkan perangkat sudah melewati tahap pengembangan tertentu sejak beberapa waktu lalu. Saat digabung dengan daftar ritel, arah menuju peluncuran terlihat semakin jelas.
Bocoran dari Digital Chat Station juga menambah konteks soal waktunya. Informasi itu mengarah pada periode rilis pada Mei 2026.
Pembocor yang sama turut menyebut opsi warna lain seperti putih, oranye, dan versi keramik putih. Meski belum ada pengumuman resmi dari Xiaomi, rangkaian petunjuk tersebut membuat Smart Band 10 Pro tampak tinggal menunggu momen untuk diperkenalkan ke publik.
Source: www.gizmochina.com