Xiaomi SU7 kembali menjadi sorotan setelah gagal membaca gundukan tanah di jalur lurus, lalu menghantam rintangan itu dengan keras saat Lane Centering Control aktif. Dalam insiden tersebut, sistem Autonomous Emergency Brake atau AEB juga tidak sempat mengurangi laju mobil sebelum benturan terjadi.
Benturan keras itu membuat mobil sempat terangkat dan melewati gundukan, sementara airbag depan mengembang saat kecelakaan berlangsung. Pengemudi dilaporkan selamat tanpa mengalami luka, dan baterai kendaraan tidak menunjukkan tanda kerusakan fatal maupun kebakaran.
Kerusakan terlihat di bagian depan mobil
Dampak tabrakan paling jelas tampak pada area depan kendaraan. Bumper depan, sebagian spatbor depan, dan pelindung bawah bodi dilaporkan terlepas akibat hantaman tersebut.
Meski demikian, sistem keselamatan pasif dinilai bekerja dengan baik untuk melindungi penumpang. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa benturan cukup keras untuk memicu perlindungan kabin, tetapi tidak sampai menimbulkan cedera pada pengemudi.
Mobil diduga mengikuti arahan navigasi
Kejadian ini terjadi di China dan ramai dibahas setelah terekam di media sosial. Pengemudi menyatakan dirinya hanya mengikuti arahan sistem navigasi dan mengaku tidak melihat adanya rambu peringatan di sekitar lokasi.
Di sisi lain, kepolisian lalu lintas setempat yang menangani kasus ini menyebut ruas jalan tempat kecelakaan terjadi belum resmi dibuka untuk umum. Informasi tersebut menambah konteks penting di balik insiden yang memantik perdebatan soal penggunaan bantuan berkendara di kondisi jalan yang tidak biasa.
Teknologi bantuan berkendara tetap punya batas
Secara teknis, Xiaomi SU7 dibekali 11 kamera pengawas, 12 sensor ultrasonik, satu radar gelombang milimeter, dan chip Nvidia. Dukungan komputasinya disebut mencapai puncak 84 TOPS, yang menjadi modal utama untuk membantu sistem membaca kondisi jalan.
Namun, kasus ini menunjukkan bahwa kelengkapan sensor dan perangkat lunak canggih tidak selalu cukup untuk mendeteksi semua objek di lintasan. Gundukan tanah yang muncul di tengah jalur justru tidak terbaca oleh sistem sebelum mobil menghantamnya.
Insiden Xiaomi SU7 kini kembali membuka diskusi tentang batas kemampuan ADAS saat menghadapi rintangan fisik yang muncul mendadak. Sorotan publik tertuju pada bagaimana LCC dan AEB bekerja ketika kondisi jalan tidak sesuai dengan skenario yang diharapkan sistem.







