XPeng GX Tawarkan 1.585 Km Sekali Isi, Peluangnya Masuk Indonesia Masih Menunggu

XPeng GX menjadi salah satu SUV yang paling menyita perhatian di China karena pilihan teknologinya tergolong lengkap. Model ini hadir dalam versi listrik murni dan EREV, dengan jarak tempuh total mencapai 1.585 km pada varian hibrida pengisi daya itu.

Varian EREV Jadi Pembeda Utama

Pada versi EREV, XPeng GX mengandalkan mesin bensin 1.500 cc dan dua motor listrik. Total tenaganya mencapai 497 dk, dengan baterai 63,3 kWh dan jarak tempuh listrik 430 km.

Angka itu membuat GX tetap menarik untuk SUV bongsor yang ditujukan untuk penggunaan jarak jauh. Namun, jarak tempuh nyata tetap bergantung pada gaya berkendara pengguna dan kondisi pemakaian sehari-hari.

VarianTenagaBateraiJarak Tempuh
BEV AWD577 dk110 kWh750 km
BEV RWD362 dk91,9 kWh665 km
EREV497 dk63,3 kWh1.585 km total, 430 km listrik

Opsi BEV Masih Menawarkan Tenaga Besar

Selain EREV, GX juga dipasarkan sebagai mobil listrik murni atau BEV. Untuk penggerak AWD, mobil ini memakai dua motor listrik dengan tenaga 577 dk dan baterai 110 kWh.

Ada pula varian BEV RWD dengan satu motor listrik bertenaga 362 dk dan baterai 91,9 kWh. Keduanya masih menawarkan jarak tempuh yang cukup jauh untuk perjalanan luar kota dalam sekali pengisian daya.

Desain Modern dan Kabin Minim Tombol

Minat terhadap GX juga datang dari desainnya yang tampil berbeda dari banyak SUV lain. Mobil ini membawa atap floating, gagang pintu tersembunyi, pelek multi-spoke, serta lampu depan dan belakang tipis yang memberi kesan simpel dan futuristis.

Ukuran bodinya yang besar juga memberi ruang kabin yang lega. Di dalam, nuansa mewah terasa lewat kombinasi warna beige dan hitam, layar head unit berukuran besar, serta setir dua palang.

Tampilan interiornya dibuat sangat minim tombol fisik. Hampir semua fitur mobil dijalankan lewat head unit, sehingga kabinnya terlihat lebih bersih dan modern.

Harga China dan Peluang ke Indonesia

Di pasar China, delapan varian XPeng GX dipasarkan mulai dari Rp 730 juta sampai Rp 930 jutaan. Harga itu terasa kompetitif untuk kelas SUV mewah, meski tentu hanya berlaku di pasar domestik China.

Jika GX dibawa ke Indonesia dalam bentuk CBU, banderolnya berpotensi lebih tinggi. Karena itu, harga jual di Tanah Air belum bisa disamakan dengan harga aslinya di negara asalnya.

Di Indonesia, XPeng disebut tertarik membawa GX asalkan tersedia versi setir kanan. Syarat ini penting karena saat ini merek tersebut masih tergolong baru dan baru menjual dua model di Indonesia.

Keputusan akhir tetap bergantung pada prinsipal, termasuk soal ekspor GX ke luar negeri dan penyediaan versi setir kanan. Tanpa dua hal itu, peluang GX hadir di Indonesia masih terbatas.

Posisi GX di Lini Produk XPeng

Selain GX, XPeng juga disebut tengah mempertimbangkan P7 untuk pasar Indonesia. Namun pilihan itu dinilai lebih sulit karena segmen sedan premium tidak seramai pasar SUV.

Di sisi lain, XPeng baru saja menyegarkan G6 dan X9. G6 kini mendapat varian AWD Performance, sedangkan X9 hadir dengan facelift, dan keduanya diharapkan bisa membantu mendongkrak penjualan yang sejauh ini masih berada di angka ratusan unit hingga bulan Mei.

Dengan posisi GX yang tampak lebih mewah dan lebih besar dari G6 maupun X9, model ini berpotensi mengisi level paling atas dalam lini XPeng. Jika jalur ekspor dan setir kanan berjalan, GX bisa menjadi salah satu SUV listrik premium yang menarik perhatian pasar Indonesia pada 2027.

Source: ridertua.com
Berita Terkait