Dua level harga kini menjadi penghalang utama bagi XRP sebelum peluang breakout benar-benar terbuka. Zona $1.45 hingga $1.46 terlihat sebagai area pasokan yang padat, sementara level $1.53 menjadi batas penting yang harus ditembus agar pola cup and handle terkonfirmasi.
Tekanan di dua wilayah itu muncul saat XRP masih bergerak di area yang sensitif terhadap pergeseran minat beli dan jual. Selama harga belum mampu melewati hambatan tersebut, potensi kenaikan tetap ada, tetapi jalannya masih bergantung pada seberapa kuat pembeli menyerap suplai yang muncul di dekat resistensi.
Pola teknikal masih memberi ruang naik
Secara grafik, XRP masih menyisakan struktur yang mendukung skenario positif. Pola cup and handle yang terbentuk memberi proyeksi kenaikan sekitar 16,64% jika harga berhasil menembus sisi atas pola.
Bagian cup terbentuk dari akhir Maret hingga pertengahan April, dengan titik terendah sekitar $1.27. Setelah mencapai puncak pada 17 April, XRP masuk ke fase handle dan bergerak dalam channel menurun yang terbentuk sejak 17 April.
Pada 27 April, harga XRP berada di $1.41 dan masih berada di dalam area handle tersebut. Kondisi ini membuat pergerakan berikutnya sangat ditentukan oleh reaksi pasar di sekitar resistensi terdekat.
Selain itu, harga masih bertahan di atas Exponential Moving Average 20 hari di $1.40 dan EMA 50 hari di $1.41. Kedua garis itu juga mulai saling mendekat, sehingga membuka peluang terbentuknya golden cross jika EMA yang lebih cepat berhasil memotong ke atas EMA yang lebih lambat.
Arus ke bursa memberi sinyal waspada
Di sisi lain, data on-chain menunjukkan kehati-hatian yang tidak bisa diabaikan. Metrik Exchange Net Position Change mencatat kenaikan arus masuk XRP ke bursa, yang sering dipakai untuk membaca kecenderungan jual.
Pada 24 April, data itu berada di +4,56 juta XRP. Dua hari kemudian, angkanya melonjak menjadi +55,29 juta XRP, atau sekitar 12 kali lebih tinggi, dan ini menandai tiga hari beruntun kenaikan arus masuk ke exchange.
Kenaikan seperti itu umumnya menandakan sebagian pemegang mulai menyiapkan langkah jual. Jika jumlah token yang masuk ke bursa terus bertambah saat harga mendekati area yang menguntungkan, tekanan pasokan di pasar spot bisa meningkat dan menghambat upaya breakout.
Zona $1.45–$1.46 jadi dinding jual yang berat
Sinyal lain datang dari Glassnode Cost Basis Distribution Heatmap. Data itu menunjukkan penumpukan suplai besar pada kisaran $1.45 hingga $1.46, dengan total sekitar 1,16 miliar XRP berada pada basis biaya tersebut.
Artinya, banyak pemegang membeli di area itu dan kini berada dekat titik impas. Saat harga mendekati kisaran tersebut, sebagian pemegang berpotensi memilih keluar untuk mengurangi risiko atau mengamankan keuntungan setelah sebelumnya bertahan dalam kondisi rugi.
Kondisi itu membuat area $1.45–$1.46 berperan sebagai tembok pasokan. Jika pembeli tidak cukup agresif menyerap tekanan jual di wilayah ini, ruang untuk melanjutkan reli akan menyempit meski struktur teknikal masih terlihat konstruktif.
Level yang menentukan arah berikutnya
Tantangan awal bagi XRP ada di $1.44, yang bertepatan dengan Fibonacci 0.236. Jika harga mampu menutup harian di atas level ini, pergerakan akan makin dekat ke area suplai yang lebih berat.
Setelah itu, perhatian beralih ke $1.48 yang sejajar dengan Fibonacci 0.382. Pada titik ini, tekanan jual diperkirakan bisa bertambah karena harga semakin mendekati zona tempat banyak pemegang berada di sekitar harga beli.
Level paling penting berada di $1.53, yang bertepatan dengan Fibonacci 0.618 sekaligus neckline pola cup. Jika XRP menutup harian di atas level itu, pola cup and handle dianggap terkonfirmasi dan ruang menuju $1.77 akan terbuka lebih lebar.
Namun, skenario bullish tetap berisiko gagal jika XRP turun di bawah $1.39. Jika itu terjadi, pasar bisa bergerak ke $1.35, sementara invalidasi penuh pola muncul bila harga kehilangan $1.27 sebagai titik terendah cup, sehingga area $1.48 hingga $1.53 tetap menjadi batas yang paling menentukan antara breakout dan reli yang tertahan.







