Torsi 48 Nm Jadi Andalan Yamaha Aerox E, Baterainya Bisa Diisi dari Dalam Rumah

Author: Redaksi Android62

Yamaha Aerox E menawarkan solusi bagi pengguna yang tidak memiliki colokan listrik di area parkir. Skuter listrik ini memakai dua baterai lepas pasang yang dapat dibawa ke dalam rumah untuk diisi daya.

Kapasitas gabungan kedua baterainya mencapai 6 kWh. Dalam kondisi penuh, Yamaha Aerox E disebut dapat menempuh jarak hingga 117 kilometer.

Fleksibilitas pengisian daya menjadi salah satu nilai utama model ini untuk pemakaian harian. Pengguna tidak harus selalu mengandalkan fasilitas pengisian di tempat kendaraan diparkirkan.

Yamaha telah meluncurkan Aerox E di India dengan harga 282 ribu Rupee. Model tersebut belum tersedia di Indonesia dan belum ada informasi mengenai kemungkinan pemasarannya di dalam negeri.

Torsi Besar untuk Respons Awal

Selain mengandalkan baterai yang dapat dilepas, Yamaha Aerox E membawa torsi 48 Nm. Karakter ini menjadi pembeda penting dibandingkan skuter bermesin bensin karena tenaga putar motor listrik tersedia sejak putaran awal.

Motor listriknya menghasilkan tenaga 9,4 kW atau setara 12,6 HP. Angka tersebut lebih rendah daripada Aerox bensin yang disebut memiliki daya 15,15 HP.

Meski demikian, torsi yang jauh lebih besar ditujukan untuk memberi respons saat skuter mulai berjalan. Kondisi itu dapat membantu pengendara ketika berangkat dari lampu lalu lintas atau membutuhkan akselerasi cepat.

Yamaha turut menyediakan tombol Power Boost untuk memberikan tambahan dorongan akselerasi secara instan. Tombol tersebut dapat digunakan pada seluruh mode berkendara yang tersedia.

Tiga Mode dengan Batas Kecepatan Berbeda

Aerox E menyediakan mode Eco, Standard, dan Power untuk menyesuaikan penggunaan daya serta kecepatan. Setiap mode memiliki batas kecepatan puncak yang berbeda.

Mode Berkendara Fokus Penggunaan Kecepatan Maksimum
Eco Efisiensi baterai 30 km/jam
Standard Perjalanan sehari-hari 50 km/jam
Power Performa maksimal 95,5 km/jam

Mode Eco membatasi laju hingga 30 km/jam untuk mengutamakan penggunaan energi. Mode Standard menawarkan kecepatan maksimum 50 km/jam untuk perjalanan santai sehari-hari.

Pengendara dapat memilih mode Power bila membutuhkan performa tertinggi. Pada pengaturan ini, Aerox E dapat mencapai kecepatan maksimum 95,5 km/jam.

Desain Lama dengan Penggerak Baru

Secara tampilan, Yamaha Aerox E memakai desain bodi Aerox generasi sebelumnya. Model ini tidak menggunakan basis Aerox Alpha yang lebih baru.

Pilihan tersebut membuat siluet sporty Aerox tetap familier bagi penggemar Yamaha. Perubahan utamanya berada pada sistem penggerak yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.

Area kemudi dibekali panel instrumen TFT berwarna berukuran 5 inci. Skuter ini juga memiliki Smart Key dan konektivitas Y-Connect sebagai fitur pendukung.

Untuk keselamatan, Yamaha menyertakan ABS dan Traction Control. Kedua sistem itu ditujukan untuk membantu mencegah selip, terutama saat jalan dalam kondisi basah.

Kombinasi torsi 48 Nm, dua baterai berkapasitas total 6 kWh, serta sistem pengisian yang lebih fleksibel menjadi fokus Yamaha Aerox E di India. Namun, pasar Indonesia masih belum menjadi tujuan pemasaran model tersebut.

Berita Terbaru