Yashar Lampaui Likud, Jalan Netanyahu Menuju Mayoritas Knesset Makin Terjal

Peluang Benjamin Netanyahu mempertahankan kekuasaan menghadapi tekanan baru menjelang Pemilu Israel pada 27 Oktober 2026. Survei Kan menempatkan blok pendukungnya masih jauh dari target 61 kursi yang diperlukan untuk menguasai mayoritas di Knesset.

Tantangan itu menguat setelah Yashar, partai sentris baru yang dipimpin mantan kepala militer Gadi Eisenkot, disebut melampaui popularitas Likud dalam jajak pendapat terbaru. Kemunculan Yashar memberi oposisi poros baru pada saat persaingan untuk membentuk pemerintahan berikutnya mulai terbuka.

Persaingan Baru di Tengah Tekanan Perang

Isu perang menjadi salah satu beban utama bagi Netanyahu selama menuju masa kampanye. Keterlibatan Israel dalam konflik di Gaza, Lebanon, dan Iran mendapat perhatian luas dari publik.

Perang melawan Iran secara khusus memicu kemarahan karena dinilai tidak populer. Sentimen tersebut berpotensi memengaruhi pilihan pemilih ketika partai-partai mulai memperebutkan dukungan menjelang hari pemungutan suara.

Avigdor Liberman, pemimpin sayap kanan sekuler, melihat pembubaran parlemen sebagai kesempatan bagi kubu penentang pemerintah. Melalui media sosial, ia menyatakan, “Pada 27 Oktober, kami akan menang. Kami akan mengganti pemerintah… dan membangun kembali negara.”

Pernyataan Liberman menunjukkan oposisi menilai pemilu mendatang sebagai peluang untuk mengakhiri dominasi koalisi yang dipimpin Netanyahu. Namun, peta politik Israel tetap bergantung pada kemampuan partai-partai membangun kerja sama setelah hasil pemilu diketahui.

Aturan Pengujung Masa Kerja Knesset

Sebelum dibubarkan, Knesset menggelar pemungutan suara maraton semalaman untuk mengesahkan sejumlah aturan. Koalisi garis keras Netanyahu menggunakan periode terakhir masa sidang untuk mengamankan kepentingan politik dan dukungan mitra religius serta nasionalis.

AturanIsi UtamaDampak Politik
Undang-Undang Pendanaan PartaiMencairkan dana kampanye yang diatur negaraMenegaskan pemilu pada 27 Oktober 2026
Undang-Undang KomunikasiMembubarkan regulator media independenMembentuk otoritas penyiaran di bawah pengawasan pemerintah
Aturan wajib militerMelindungi pria ultra-Ortodoks dari kewajiban militerMenjawab kepentingan mitra koalisi religius

Undang-Undang Komunikasi disahkan dengan 53 suara berbanding 48 suara. Regulasi tersebut membubarkan regulator media independen dan menggantinya dengan otoritas penyiaran yang berada di bawah pengawasan langsung pemerintah.

Parlemen juga menyetujui perlindungan bagi pria ultra-Ortodoks dari kewajiban militer. Kan menilai langkah tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kepuasan mitra koalisi religius dan nasionalis Netanyahu.

Pemilu Setelah Masa Jabatan Penuh

Knesset ke-25 resmi dibubarkan pada Jumat, 17 Juli 2026, setelah menyelesaikan masa jabatan empat tahun. Peristiwa ini menjadi kejadian langka karena merupakan kali pertama sejak 1988 parlemen Israel menuntaskan masa kerja penuh sebagaimana diwajibkan hukum.

Politik Israel selama beberapa dekade dikenal fluktuatif karena koalisi kerap runtuh sebelum masa jabatan berakhir. Pemilu dini berulang kali terjadi ketika kerja sama antarpartai di parlemen tidak dapat dipertahankan.

Kali ini, berakhirnya masa jabatan penuh tidak serta-merta mengurangi ketidakpastian politik. Netanyahu tetap harus menghadapi tekanan perang, persaingan dari Yashar, dan kebutuhan meraih dukungan cukup besar untuk kembali membentuk pemerintahan.

Source: www.kompas.com
Berita Terkait