Yield Dividen PALM Cuma Sekitar 1%, Pembayaran Rp50,34 Miliar Segera Cair

PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp3,20 per saham untuk tahun buku 2025. Dengan total alokasi Rp50,34 miliar, imbal hasil dividen emiten ini hanya berada di kisaran 1% jika mengacu pada harga penutupan saham Rp316 per saham pada Jumat (19/6/2026).

Besaran itu menempatkan PALM sebagai salah satu emiten yang tetap menyalurkan laba kepada pemegang saham, meski proporsinya terhadap laba bersih tidak besar. Perusahaan menyiapkan dividen sekitar 27% dari laba bersih 2025 yang tercatat Rp1,85 triliun.

Persetujuan pemegang saham sudah diberikan

Keputusan pembagian dividen telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada 17 Juni. Persetujuan tersebut menjadi dasar bagi PALM untuk menjalankan jadwal pembagian dividen kepada investor yang berhak.

Langkah ini juga menegaskan bahwa perusahaan di bawah naungan kongsi Grup Provident, Saratoga, dan Garibaldi “Boy” Thohir itu masih menjaga kebijakan pembagian laba kepada pasar. Di sisi lain, besaran dividen per sahamnya tergolong kecil dibandingkan harga saham yang diperdagangkan.

Jadwal pembagian dividen PALM

PALM sudah merilis tahapan dividen yang harus dicermati investor. Tanggal pencatatan menjadi penentu utama bagi pemegang saham yang ingin menerima pembayaran dividen tunai.

Tahapan aktivitasTanggal pelaksanaan
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi25 Juni 2026
Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi26 Juni 2026
Cum dividen di pasar tunai29 Juni 2026
Ex dividen di pasar tunai20 Juni 2026
Recording date29 Juni 2026
Pembayaran dividen17 Juli 2026

Investor yang ingin masuk dalam daftar penerima harus tercatat pada recording date yang telah ditetapkan manajemen. Setelah itu, pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli 2026.

Komposisi kepemilikan saham

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan PT Provident Capital Indonesia menjadi pemegang saham pengendali utama PALM dengan porsi 58,02%. Di bawahnya, Garibaldi “Boy” Thohir memegang 10,89% saham, sedangkan Winato Kartono menguasai 7,79%.

Struktur kepemilikan tersebut memperlihatkan kendali yang masih sangat kuat di tangan Provident Capital Indonesia. Nama-nama besar di belakang emiten ini juga terus menjadi perhatian pelaku pasar karena berkaitan erat dengan arah kebijakan perusahaan.

Dengan dividen yang sudah disetujui dan jadwal yang telah ditetapkan, pasar kini menunggu implementasi pembagian laba PALM. Bagi investor, fokus utama ada pada kepastian tanggal agar hak dividen benar-benar masuk sesuai jadwal yang diumumkan perusahaan.

Berita Terkait