Dari Baru Lancar Membaca di Kelas 5 SD, Yusmar Tembus UGM dengan Beasiswa Penuh

Julian Yusmar Dima Huda kini resmi melangkah ke Universitas Gadjah Mada sebagai mahasiswa baru S1 Ilmu Komunikasi. Ia diterima lewat SNBP 2026 dan mendapatkan beasiswa UKT pendidikan unggul bersubsidi 100%, sehingga dapat kuliah gratis di UGM.

Pencapaian itu terasa kontras dengan perjalanan awal pendidikannya. Saat masih kecil di Desa Raenalulu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, Yusmar mengaku baru lancar membaca ketika duduk di kelas 5 SD dan baru mulai belajar bahasa Inggris saat masuk SMA.

Latar keluarga yang serba terbatas

Yusmar tumbuh bersama kakek dan neneknya. Rehabeam Wadu Dima yang kini berusia 75 tahun bekerja sebagai petani, sedangkan Welmintje Wila Magga yang berusia 67 tahun berjualan kue.

Kondisi keluarga itu ikut membentuk perjalanan hidupnya. Ayah Yusmar meninggal saat ia baru berusia 1 tahun, sementara ibunya membangun kehidupan baru di daerah lain.

Akses belajar di rumah juga sangat terbatas karena kakek dan neneknya tidak bersekolah dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Yusmar baru memiliki handphone saat pandemi Covid-19, lalu perangkat itu menjadi titik awal baginya untuk lebih serius belajar.

Mulai berani mengejar kesempatan

Perubahan cara pandang Yusmar muncul ketika ia mengikuti Duta Siswa Indonesia saat duduk di kelas 12 SMA. Dari pengalaman itu, ia melihat bahwa pendidikan tinggi tetap bisa dikejar meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Sejak itu, ia aktif di pramuka dan OSIS selama SMA, bahkan pernah menjadi wakil ketua OSIS. Ia juga mulai berani mendaftar kompetisi secara mandiri, tidak lagi hanya menunggu dipilih guru untuk mewakili sekolah.

Menurut penuturannya kepada UGM yang dikutip detik.com, ia tidak ingin menyesal karena melewatkan kesempatan. Karena itu, ia ikut berbagai lomba, termasuk Duta Siswa Indonesia dan sejumlah olimpiade.

Disiplin belajar dan pilihan jurusan

Untuk menjaga prestasi akademik dan nonakademik, Yusmar membangun kebiasaan belajar yang disiplin. Ia biasa bangun sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 untuk membaca ulang materi sekolah, lalu sore hingga malam dipakai untuk organisasi.

Pilihan Ilmu Komunikasi di UGM juga lahir dari minat pribadinya. Ia menyukai kegiatan berkomunikasi, senang membuat konten di media sosial, dan menilai prospek kerja bidang itu sejalan dengan cita-citanya.

AspekInformasi
NamaJulian Yusmar Dima Huda
AsalDesa Raenalulu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur
Program StudiS1 Ilmu Komunikasi UGM
Jalur MasukSNBP 2026
BeasiswaUKT pendidikan unggul bersubsidi 100%

Yusmar menegaskan keinginannya untuk keluar dari zona nyaman dan membuktikan bahwa siswa dari daerah terpencil juga bisa bermimpi besar. Pesan itu ia harapkan dapat memotivasi siswa lain dari wilayah 3T atau keluarga dengan keterbatasan ekonomi agar tetap berani mencoba.

Perjalanannya dari anak yang baru lancar membaca di kelas 5 SD hingga diterima di UGM menunjukkan bahwa ketekunan, dukungan keluarga, dan keberanian mengambil kesempatan bisa mengubah arah hidup. Kini, mimpi yang dulu terasa jauh itu membawanya ke kampus besar dengan dukungan beasiswa penuh.

Berita Terkait