10 HP Rp2 Jutaan Beri RAM 8/256 GB, Ada Redmi 15 dan Galaxy A07

Di kelas harga Rp2 jutaan, kombinasi RAM 8 GB dan memori 256 GB kini menjadi salah satu daya tarik paling kuat. Kapasitas seperti ini dinilai lebih aman untuk kebutuhan multitasking, penyimpanan file multimedia, dan pemakaian jangka panjang.

Persaingan di segmen tersebut juga tidak lagi hanya soal memori besar. Sejumlah model sudah membawa layar dengan refresh rate tinggi, baterai jumbo, kamera beresolusi besar, NFC, pengisian cepat, hingga sertifikasi tahan air dan debu.

Model dengan daya tahan paling menonjol

Di antara 10 perangkat yang masuk daftar, Redmi 15 dan Poco M7 menonjol sebagai pilihan untuk pengguna yang memprioritaskan baterai besar. Keduanya sama-sama dibekali baterai 7.000 mAh, angka yang tergolong sangat besar di kelas ini.

Redmi 15 memakai baterai 7.000 mAh berbasis teknologi silikon karbon. Perangkat ini juga membawa layar IPS Full HD+ 6,9 inci dengan refresh rate 144Hz, chipset Snapdragon 685, RAM 8 GB, dan penyimpanan hingga 256 GB.

Poco M7 mengusung baterai 7.000 mAh dengan fast charging 33 watt dan reverse charging 18 watt. Ponsel ini memakai layar IPS LCD 6,9 inci Full HD+ 144Hz, Snapdragon 685, RAM hingga 8 GB, serta penyimpanan UFS 2.2 hingga 256 GB.

ModelBateraiLayarChipset
Redmi 157.000 mAh6,9 inci, Full HD+, 144HzSnapdragon 685
Poco M77.000 mAh6,9 inci, Full HD+, 144HzSnapdragon 685

Kamera 108 MP tetap hadir di harga ini

Bagi pengguna yang lebih mementingkan kamera, Nubia V70 dan Nubia Focus 2 5G menjadi dua nama yang paling menonjol. Keduanya sama-sama menawarkan kamera utama 108 MP di rentang harga Rp2 jutaan.

Nubia V70 hadir dengan layar IPS 6,7 inci Full HD+ 120Hz dan fitur Live Island 2.0 untuk notifikasi interaktif. Perangkat ini ditenagai Unisoc T616, dibekali RAM 8 GB, penyimpanan 256 GB, fitur Extended RAM hingga 12 GB, serta baterai 5.000 mAh dengan pengisian cepat 33 watt.

Nubia Focus 2 5G membawa pendekatan kamera yang berbeda karena dirancang untuk menangkap objek bergerak dengan lebih baik. Ponsel ini juga dipasangkan dengan chipset Unisoc T760, RAM 8 GB, memori 256 GB, baterai 5.000 mAh, fast charging 33 watt, NFC, dan fitur berbasis AI.

Layar cepat dan baterai besar makin umum

Opsi lain yang mengandalkan layar cepat datang dari Poco C85, Redmi 14C, Redmi 15C, Poco M7, Itel S26 Ultra, dan Redmi 15. Deretan ini menunjukkan bahwa panel 120Hz hingga 144Hz sudah makin umum di kelas harga serupa.

Poco C85 membawa layar IPS LCD 6,9 inci 120Hz dengan tingkat kecerahan hingga 810 nits. Ponsel ini memakai Helio G81 Ultra, RAM hingga 8 GB, penyimpanan 256 GB, baterai 6.000 mAh, fast charging 33 watt, sertifikasi IP64, dan NFC.

Redmi 14C hadir dengan Helio G81 Ultra, RAM 8 GB, dan memori internal 256 GB. Spesifikasi lainnya meliputi layar IPS LCD 6,8 inci 120Hz, kamera utama 50 MP, baterai 5.160 mAh, NFC, sensor sidik jari di samping, dan port USB Type-C.

Redmi 15C sebagai penerus Redmi 14C membawa baterai 6.000 mAh sebagai peningkatan utama. Perangkat ini tetap menggunakan Helio G81 Ultra, layar IPS LCD 6,9 inci 120Hz, kamera utama 50 MP, sertifikasi IP64, fast charging 33 watt, dan sudah menjalankan Android 15.

Fitur lebih lengkap di beberapa model

Itel S26 Ultra menjadi salah satu perangkat yang paling menonjol dari sisi layar. Ponsel ini memakai panel AMOLED 6,78 inci Full HD+ dengan refresh rate 144Hz dan tingkat kecerahan hingga 4.500 nits.

Di bagian mesin, Itel S26 Ultra ditenagai Unisoc T7300 dengan RAM 8 GB dan penyimpanan UFS 2.2 hingga 256 GB. Perangkat ini juga membawa baterai 6.000 mAh, fitur bypass charging, dan vapor chamber cooling.

Realme C75 menawarkan kombinasi baterai besar dan bodi tangguh. Smartphone ini memakai chipset Helio G92 Max, RAM 8 GB yang bisa diperluas secara virtual hingga total 24 GB, baterai 6.000 mAh, dan fast charging 45 watt.

Selain itu, Realme C75 telah lolos uji ketahanan standar militer MIL-STD-810H. Sertifikasi tersebut menjadi nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan perangkat lebih tahan terhadap benturan dan cuaca ekstrem.

Samsung mengandalkan dukungan perangkat lunak

Samsung Galaxy A07 masuk daftar sebagai opsi yang menonjol lewat dukungan software jangka panjang. Ponsel ini memakai chipset MediaTek Helio G99, layar PLS LCD 6,7 inci HD+ 90Hz, kamera utama 50 MP, baterai 5.000 mAh, fast charging 25 watt, dan sertifikasi IP54.

Nilai tambah utamanya ada pada dukungan pembaruan sistem operasi hingga enam tahun. Di kelas entry-level, komitmen seperti ini menjadi pembeda penting bagi pengguna yang ingin memakai ponsel lebih lama.

Jika dilihat dari karakter masing-masing, pasar Rp2 jutaan kini makin tersegmentasi. Ada model yang menonjol lewat baterai jumbo seperti Redmi 15 dan Poco M7, ada yang fokus pada kamera seperti Nubia V70 dan Nubia Focus 2 5G, serta ada pula yang mengutamakan dukungan software panjang seperti Samsung Galaxy A07.

Berita Terkait