Xiaomi resmi menutup dukungan perangkat untuk 10 ponsel dan tablet dari lini Xiaomi, Redmi, serta Poco. Artinya, perangkat yang masuk daftar EOL tidak lagi menerima pembaruan HyperOS, patch keamanan, maupun perbaikan bug.
Keputusan ini paling terasa bagi pemilik Xiaomi 12, Xiaomi 12 Pro, dan Xiaomi 12S Ultra. Tiga model flagship itu kini tidak lagi mendapat perlindungan perangkat lunak resmi, sehingga risiko keamanan dapat meningkat seiring waktu.
Daftar Perangkat yang Masuk EOL
Daftar terbaru tersebut memuat perangkat dari beberapa lini dan sebagian besar berlaku untuk varian regional tertentu. Berikut rincian perangkat yang terdampak:
| Perangkat | Varian / Catatan | Dampak |
|---|---|---|
| Xiaomi 12 | China, Indonesia, Rusia | Tanpa update HyperOS dan patch keamanan |
| Xiaomi 12 Pro | China, Indonesia, Rusia | Tanpa update HyperOS dan patch keamanan |
| Xiaomi 12S Ultra | China, Indonesia, Rusia | Tanpa update HyperOS dan patch keamanan |
| Xiaomi Pad 6 | – | Masuk daftar EOL |
| Xiaomi Pad 6 Pro | – | Masuk daftar EOL |
| Poco X5 5G | – | Masuk daftar EOL |
| Poco X5 Pro 5G | – | Masuk daftar EOL |
| Redmi Note 12T Pro | – | Masuk daftar EOL |
| Redmi K60E | – | Masuk daftar EOL |
| Redmi 10 5G | – | Masuk daftar EOL |
GadgetVIVA menyebut, tidak semua varian global terdampak. Penghentian dukungan ini terutama berlaku untuk model regional di pasar Tiongkok, Indonesia, dan Rusia.
Mengapa EOL Lebih Serius daripada Sekadar Tidak Ada Fitur Baru
Status EOL bukan hanya berarti berhenti menerima tampilan baru atau fitur tambahan. Yang lebih penting, perangkat juga tidak lagi mendapat pembaruan keamanan ketika celah baru ditemukan.
Tanpa patch keamanan, peluang eksploitasi bisa meningkat, terutama bagi pengguna yang sering bertransaksi online atau memakai aplikasi perbankan. Risiko juga bertambah untuk perangkat yang menyimpan data sensitif dan dipakai sehari-hari dalam aktivitas penting.
Dampak lain yang sering diabaikan adalah nilai jual kembali. Perangkat yang tidak lagi mendapat dukungan keamanan umumnya dipandang lebih berisiko oleh pembeli bekas, sehingga harganya berpotensi turun lebih cepat.
Xiaomi 12S Ultra dan Status Flagship yang Berubah
Di antara perangkat yang terdampak, Xiaomi 12S Ultra menjadi sorotan karena pernah dianggap sebagai salah satu flagship kamera paling menonjol pada 2022. Model ini hadir dengan kolaborasi Leica dan chipset Snapdragon 8 Gen 1.
Karena posisinya sebagai perangkat premium, berakhirnya dukungan resmi terasa lebih berat bagi sebagian pemiliknya. Investasi besar saat membeli kini tidak lagi diikuti pembaruan keamanan dari pabrikan.
Cara Memastikan Status Dukungan Perangkat
Pengguna masih dapat memeriksa apakah perangkatnya masuk daftar dukungan aktif atau sudah berstatus EOL. Langkah paling aman adalah mencocokkan kode model di menu Tentang Ponsel dengan daftar resmi Xiaomi.
Setelah itu, pengguna bisa melihat Xiaomi Security Update Center untuk mencari tanggal patch terbaru dan status perangkat. Jika tidak ada pembaruan sejak akhir 2025 atau awal 2026, besar kemungkinan dukungan sudah berakhir.
Kebijakan Baru Tidak Berlaku untuk Semua Model Lama
Pada 2025, Xiaomi mengumumkan kebijakan dukungan yang lebih panjang, yakni 4 pembaruan OS utama dan hingga 6 tahun patch keamanan. Namun, kebijakan tersebut hanya berlaku untuk perangkat yang diluncurkan mulai 2025, termasuk seri Xiaomi 15 dan Redmi Note 14.
Perangkat yang dirilis pada 2022 hingga 2023 tetap mengikuti komitmen lama dengan dukungan maksimal 2 sampai 3 tahun. Karena itu, model-model yang sekarang masuk daftar EOL tidak ikut terlindungi oleh kebijakan baru tersebut.
Bagi pengguna Xiaomi 12, Poco X5, atau Redmi Note 12T Pro yang masih mengandalkan perangkat untuk kerja, keuangan, dan media sosial, kehati-hatian tetap diperlukan. Instalasi aplikasi dari sumber tidak resmi sebaiknya dihindari, verifikasi dua langkah perlu diaktifkan, dan perangkat yang masih didukung layak dipertimbangkan jika ponsel lama dipakai untuk aktivitas sensitif.
Jika belum ingin mengganti perangkat, ponsel yang sudah masuk EOL lebih aman dijadikan perangkat sekunder. Fungsinya bisa dibatasi untuk pemutar musik, remote TV, kamera cadangan, atau perangkat anak tanpa akses internet.







