109 Kasus DBD di Buleleng, Jentik Ditemukan di Sekitar Rumah Warga

Author: Redaksi Android62

Dinas Kesehatan Buleleng mencatat 109 kasus demam berdarah dengue atau DBD sejak awal tahun hingga 9 April 2026. Lonjakan ini membuat wilayah tersebut tetap berada dalam perhatian petugas kesehatan, terutama karena sumber risiko masih banyak ditemukan di lingkungan tempat tinggal warga.

Hasil penyelidikan epidemiologi di lapangan menunjukkan adanya banyak jentik nyamuk di permukiman warga, khususnya di sekitar lokasi kasus yang dilaporkan. Temuan itu menguatkan dugaan bahwa penularan masih berlangsung di area sekitar rumah dan belum sepenuhnya terputus.

Jentik masih ditemukan di lingkungan warga

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Sucipto, mengatakan setiap laporan kasus langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan. Dari pemeriksaan itu, petugas menemukan sejumlah titik jentik nyamuk di sekitar rumah warga yang masuk dalam pantauan.

“Setiap laporan yang masuk langsung kami tindak lanjuti dengan penyelidikan epidemiologi. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, ditemukan sejumlah titik jentik nyamuk di sekitar lokasi kasus,” kata Sucipto kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).

Menurut dia, temuan tersebut menandakan masih ada tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti di lingkungan warga. Selama sumber jentik belum dibersihkan, risiko penularan DBD tetap tinggi.

Sebaran kasus belum merata

Kasus DBD di Buleleng tidak muncul di semua kecamatan secara bersamaan. Data Dinkes menunjukkan kasus paling banyak tercatat di Kecamatan Gerokgak, sementara Kecamatan Buleleng, Kubutambahan, Tejakula, dan Sukasada juga sudah melaporkan temuan kasus.

Empat kecamatan lain disebut belum mencatat kasus hingga data terakhir dihimpun. Kondisi ini menunjukkan sebaran kasus belum merata, tetapi tetap perlu diwaspadai karena potensi perluasan masih ada bila pengendalian tidak dilakukan sejak awal.

Fogging bukan langkah utama

Untuk merespons temuan di lapangan, Dinkes Buleleng melakukan fogging di lokasi yang dinilai berisiko tinggi. Namun, Sucipto menegaskan penyemprotan kabut asap tidak bisa dijadikan andalan utama dalam pengendalian DBD.

“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik masih bisa berkembang. Karena itu, pemberantasan sarang nyamuk tetap menjadi langkah paling efektif,” ujarnya.

Penjelasan itu menegaskan bahwa pengendalian sumber jentik jauh lebih penting daripada hanya memburu nyamuk dewasa. Jika tempat berkembang biak tidak dibersihkan, populasi nyamuk baru tetap bisa muncul meski penyemprotan sudah dilakukan.

Kondisi lingkungan ikut memengaruhi risiko

Dinkes Buleleng menilai kenaikan kasus juga berkaitan dengan kondisi lingkungan yang masih mendukung perkembangbiakan nyamuk. Genangan air, tumpukan sampah, dan rendahnya kesadaran menjaga kebersihan disebut memperbesar risiko penularan di permukiman.

Karena itu, penyisiran rumah ke rumah dianggap penting untuk menemukan titik jentik yang mungkin terlewat. Petugas juga diminta memastikan pengendalian berjalan hingga ke lokasi-lokasi yang sering tidak terlihat oleh warga.

Warga diminta waspada gejala awal

Di tengah peningkatan kasus tersebut, Dinkes Buleleng mengimbau warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala awal DBD. Tanda yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi lebih dari tiga hari, bintik merah pada kulit, mual, muntah, dan mimisan.

Masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan karena kondisi pasien DBD dapat memburuk dengan cepat. Penanganan sejak awal membantu tenaga kesehatan memantau kondisi pasien dan mencegah komplikasi.

Dinkes juga meminta puskesmas dan fasilitas kesehatan mempercepat pelaporan kasus agar tim lapangan bisa segera turun ke lokasi. Di tingkat warga, langkah pencegahan tetap diarahkan pada pemeriksaan penampungan air, penghilangan genangan, penutupan barang bekas yang berpotensi menampung air, serta mengikuti penyelidikan epidemiologi saat petugas datang ke lingkungan.

Source: www.beritasatu.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru