11 Kampus KKP Tak Lagi Seragam, OII Siapkan Keahlian Khusus untuk Ekonomi Biru

Author: Redaksi Android62

Sebelas kampus vokasi di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan kini tidak lagi diarahkan menjalankan fokus pendidikan yang seragam. Melalui Ocean Institute of Indonesia atau OII, setiap kampus akan dipacu memiliki keahlian khusus yang sesuai dengan potensi wilayah dan kebutuhan industri.

Perubahan ini menempatkan spesialisasi sebagai pembeda utama dalam pendidikan vokasi kelautan. KKP ingin lulusan dari tiap kampus memiliki peran yang lebih jelas dalam rantai pengembangan sektor kelautan dan perikanan nasional.

Kampus diarahkan memiliki bidang unggulan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mencontohkan sejumlah bidang yang dapat dikembangkan secara terarah di kampus tertentu. Budi daya lobster dapat menjadi fokus pada satu kampus, sedangkan budi daya rumput laut disiapkan untuk dikembangkan di Kupang.

Menurut Trenggono, pola tersebut membuat pendidikan tidak lagi diselenggarakan dengan spesifikasi yang sama di semua lokasi. Arah baru itu dimaksudkan agar kemampuan lulusan lebih relevan dengan karakter ekonomi kelautan di masing-masing daerah.

OII diresmikan di Kantor KKP, Jakarta Pusat, pada Selasa, 21 Juli 2026. Pembentukannya menyatukan 11 satuan pendidikan tinggi vokasi yang sebelumnya berada di bawah pengelolaan KKP.

Trenggono menyatakan penyatuan ini tidak berhenti pada perubahan kelembagaan. Kurikulum pendidikan, tujuan akhir, dan ukuran keberhasilan pendidikan juga akan diubah secara menyeluruh.

Ekonomi biru menjadi arah pembaruan

Pembaruan pendidikan tersebut diarahkan untuk mendukung implementasi ekonomi biru di Indonesia. Konsep ini mengutamakan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi, kehidupan masyarakat, dan kesehatan ekosistem laut.

Cakupan ekonomi biru meliputi perikanan, akuakultur, pelayaran, energi, pariwisata, hingga bioteknologi kelautan. Karena bidangnya luas, KKP menilai pendidikan vokasi perlu menyiapkan kompetensi yang lebih beragam dan adaptif.

Model OII diharapkan menjawab kebutuhan industri kelautan modern yang terus berkembang. Penyesuaian dilakukan bukan hanya pada materi pembelajaran, melainkan juga pada organisasi pendidikan dan orientasi lulusan.

Daftar satuan pendidikan dalam OII

Sebelum penggabungan, KKP mengelola 10 satuan pendidikan berstatus Non-Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum atau Non PK-BLU. Satu satuan lainnya, Politeknik KP Sidoarjo, menggunakan sistem PK-BLU.

Sistem Jumlah Satuan pendidikan
Non PK-BLU 10 Politeknik AUP; Politeknik KP Bitung, Sorong, Karawang, Bone, Kupang, Jembrana, Pangandaran, Dumai; serta AK-KP Wakatobi
PK-BLU 1 Politeknik KP Sidoarjo

Satuan pendidikan Non PK-BLU membuka penerimaan peserta didik sepenuhnya melalui jalur khusus. Jalur ini diperuntukkan bagi Anak Pelaku Utama atau pelaku utama di bidang kelautan dan perikanan.

Pelaku utama mencakup subsektor penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, pengelolaan ruang laut, pemasaran ikan, pengolahan ikan, serta pengangkutan ikan. Sementara Politeknik KP Sidoarjo menyediakan jalur umum sebesar 80 persen kuota dan jalur khusus sebesar 20 persen untuk APU atau pelaku utama.

Target riset dan inovasi daerah

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto berharap OII berkembang menjadi poros pengembangan sumber daya manusia, riset, dan inovasi kelautan Indonesia. Ia mendorong kolaborasi OII dengan perguruan tinggi mitra, dosen, peneliti, dan mahasiswa di berbagai daerah.

Kolaborasi tersebut diharapkan membentuk pusat riset dan inovasi yang bertumpu pada keunggulan wilayah. Brian juga menilai pusat-pusat unggulan itu dapat melahirkan produk inovasi kelautan dan perusahaan rintisan berbasis teknologi.

Dengan penggabungan ini, OII diposisikan sebagai wadah untuk menyiapkan keahlian yang lebih terarah bagi masa depan ekonomi laut Indonesia. Keberhasilan model tersebut akan bergantung pada pelaksanaan kurikulum baru, spesialisasi kampus, serta penguatan riset di tiap wilayah.

Berita Terbaru