18 Wilayah Siaga Hujan dan Angin Kencang, BMKG Ingatkan Cuaca Masih Labil

Author: Redaksi Android62

BMKG mengingatkan bahwa cuaca di sejumlah wilayah Indonesia masih labil pada Kamis ini. Sejumlah daerah perlu bersiap menghadapi hujan sedang hingga lebat, sementara wilayah lain masuk status siaga karena potensi angin kencang.

Yang paling menonjol, belum ada wilayah yang diprakirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada hari ini. BMKG juga menyebut belum ada daerah yang masuk kategori Awas, atau hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat

Dalam peringatan dini hujan untuk 15-17 Juli 2026, BMKG mencatat tujuh wilayah masuk status waspada. Daerah itu adalah Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan.

Wilayah Status Kondisi
Sumatra Utara Waspada Hujan sedang hingga lebat
Kepulauan Riau Waspada Hujan sedang hingga lebat
Kalimantan Barat Waspada Hujan sedang hingga lebat
Kalimantan Utara Waspada Hujan sedang hingga lebat
Sulawesi Tengah Waspada Hujan sedang hingga lebat
Sulawesi Barat Waspada Hujan sedang hingga lebat
Sulawesi Selatan Waspada Hujan sedang hingga lebat

Daerah yang perlu siaga karena angin kencang

Selain hujan, BMKG juga menempatkan 11 wilayah dalam status siaga untuk potensi angin kencang. Wilayah itu meliputi Banten, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

Wilayah Status Kondisi
Banten Siaga Angin kencang
Jawa Timur Siaga Angin kencang
Kalimantan Selatan Siaga Angin kencang
Lampung Siaga Angin kencang
Maluku Siaga Angin kencang
Nusa Tenggara Barat Siaga Angin kencang
Nusa Tenggara Timur Siaga Angin kencang
Papua Barat Siaga Angin kencang
Sulawesi Selatan Siaga Angin kencang
Sulawesi Tenggara Siaga Angin kencang
Sulawesi Utara Siaga Angin kencang

Dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan periode 14-20 Juli, BMKG menyebut musim kemarau makin dominan dan mulai mencapai puncaknya di banyak wilayah. Lembaga itu mencatat 432 Zona Musim, atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia, telah mengalami musim kemarau pada dasarian I Juli 2026.

Untuk Dasarian II Juli 2026, sekitar 91,45 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah. Sementara itu, 8,52 persen wilayah berada pada kategori menengah, dan hanya sekitar 0,03 persen wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi.

Curah hujan kategori rendah, yakni kurang dari 50 mm per dasarian, diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Sulawesi. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Maluku Utara, Maluku, serta sebagian wilayah Papua.

Meski kemarau makin meluas, sejumlah gangguan atmosfer masih bisa memicu pertumbuhan awan hujan. Gelombang Kelvin diprakirakan aktif melintasi sebagian Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sulawesi bagian utara, hingga Maluku Utara.

Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di sekitar Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa, Sumatra bagian tengah hingga selatan, serta Sulawesi bagian tengah dan selatan. Kombinasi faktor-faktor inilah yang membuat hujan dan angin kencang masih perlu diwaspadai di sejumlah daerah.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru