Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung dipastikan mulai beroperasi pada tahun ini di Jawa Barat. Saat ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat masih merampungkan petunjuk teknis, petunjuk pelaksanaan, dan FPMB agar program tersebut bisa berjalan sesuai rancangan.
Kepala Disdik Jabar Purwanto menyebut pembahasan aturan teknis dilakukan secara intensif setiap hari. Penyusunan perangkat operasional itu menjadi tahap penting sebelum sekolah khusus tersebut benar-benar menerima peserta didik.
Model sekolah khusus dengan pendekatan berbeda
Sekolah Maung tidak diposisikan sebagai sekolah umum biasa karena sistem pembinaannya dibuat berbeda. Keunggulan program ini akan ditopang oleh kurikulum khusus yang disusun untuk kebutuhan layanan pendidikan yang juga berbeda.
Penyelenggaraan Sekolah Maung juga tidak dimulai dari pembangunan lembaga baru. Pemerintah daerah memilih mengubah sekolah yang sudah ada menjadi sekolah khusus agar pelaksanaannya bisa lebih cepat berjalan tanpa harus memulai dari nol.
Pendekatan itu membuat sekolah bisa langsung diarahkan pada pengembangan peserta didik yang memiliki kebutuhan pendidikan berbeda. Dengan begitu, proses pembinaan diharapkan lebih fokus dan sesuai dengan tujuan pembentukan sekolah khusus tersebut.
Disiapkan hadir di 27 kabupaten dan kota
Rencana pembukaan Sekolah Maung mencakup 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Purwanto menjelaskan, setiap kabupaten dan kota akan memiliki satu Sekolah Maung, termasuk satu sekolah yang disiapkan di tiap cabang dinas.
Jika seluruh target berjalan sesuai rencana, jumlahnya akan mencapai 27 SMA Maung dan 13 SMK Maung. Mata pelajaran spesifik di tiap sekolah juga akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah serta karakter sekolah yang dibentuk.
Penyesuaian itu menunjukkan bahwa model Sekolah Maung tidak dibuat seragam sepenuhnya. Pemerintah provinsi ingin setiap sekolah memiliki fokus yang relevan dengan kondisi lokal dan kebutuhan peserta didik di daerah masing-masing.
Siswa dan guru disiapkan dengan skema khusus
Setiap kelas di Sekolah Maung akan menampung 32 murid. Para siswa tersebut akan dibimbing oleh guru yang dinilai punya kualifikasi untuk mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik.
Purwanto menyebut rekrutmen guru akan diatur lebih lanjut lewat Peraturan Gubernur. Aturan itu akan menjadi dasar agar tenaga pendidik yang dipilih benar-benar sesuai dengan tujuan sekolah khusus tersebut.
Menurut Purwanto, sasaran utama Sekolah Maung adalah memberi layanan yang lebih tepat bagi siswa berprestasi. Dengan pola pembinaan yang tepat, potensi mereka diharapkan bisa berkembang lebih optimal dibandingkan melalui pembelajaran umum.
Dedi Mulyadi: sekolah umum tak perlu cemburu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan keberadaan Sekolah Maung tidak akan memunculkan kecemburuan dari sekolah umum. Ia menilai model sekolah khusus seperti ini sudah pernah ada dalam bentuk lembaga dengan kualifikasi tertentu.
Dedi juga berharap sekolah umum di Jawa Barat tidak hanya menonjolkan aspek akademik. Menurut dia, sekolah perlu lebih peka terhadap minat dan bakat siswa agar pembinaannya tidak semata-mata berfokus pada nilai pelajaran.
Ia menambahkan, Sekolah Maung diharapkan ikut melahirkan kelompok kelas menengah yang kelak bisa menjadi penggerak pembangunan daerah. Karena itu, program ini dipandang bukan sekadar inovasi pendidikan, tetapi juga bagian dari strategi pembinaan sumber daya manusia.
Dengan regulasi yang masih diselesaikan, Sekolah Maung kini berada pada tahap penentuan aturan operasional dan teknis penyelenggaraan. Jika seluruh persiapan rampung sesuai target, sekolah khusus ini akan menjadi salah satu program pendidikan baru yang mulai berjalan di Jawa Barat tahun ini.
Source: www.merdeka.com