GOR Jatidiri, Kota Semarang, langsung menghadirkan ujian besar bagi para bibit muda taekwondo saat Gubernur Jateng Cup Taekwondo Open Tournament 2026 dibuka dengan peserta mencapai 2.935 atlet. Selama tiga hari, 26 hingga 28 Juni 2026, arena ini menjadi panggung persaingan dari berbagai daerah di Indonesia.
Turnamen terbuka itu mempertemukan kontingen dari enam provinsi, yakni Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Tengah. Besarnya partisipasi menunjukkan tingginya minat sekaligus perkembangan taekwondo di Jawa Tengah yang terus bergerak naik.
Fokus pembinaan atlet usia dini
Ajang ini tidak hanya menjadi perebutan medali, tetapi juga ruang pembinaan dan penjaringan atlet potensial. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan kejuaraan semacam ini sebagai sarana penting untuk mengasah kemampuan atlet usia dini agar siap bersaing pada level yang lebih tinggi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan yang berkelanjutan. Dalam keterangan tertulis, ia menyebut Jawa Tengah telah melahirkan banyak atlet taekwondo berkualifikasi internasional.
“Di Jawa Tengah banyak lahir atlet-atlet taekwondo yang berkualifikasi internasional. Ada yang mengikuti Olimpiade, kemudian kejuaraan internasional di Uzbekistan, Nepal, dan negara lainnya,” kata Luthfi.
Ia juga menilai olahraga tidak berhenti pada pengumpulan medali. Menurut dia, olahraga ikut membentuk karakter generasi muda dan mendorong masyarakat agar hidup lebih sehat.
Kolaborasi pemerintah daerah dan pengprov
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah, Aria Chandra, menyebut turnamen ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Tengah. Kolaborasi itu diarahkan untuk mendongkrak capaian olahraga prestasi di daerah.
Secara teknis, kejuaraan ini mempertandingkan dua nomor utama, yaitu Kyorugi atau tarung dan Poomsae atau jurus. Para peserta dibagi ke dalam kategori Pra Cadet, Cadet, Junior, dan Senior agar persaingan berlangsung sesuai kelompok umur dan tingkat kemampuan.
Selama penyelenggaraan turnamen, sekitar 230 pelatih dan ofisial ikut mendampingi para atlet. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan kontingen dan kelancaran pertandingan di setiap kategori.
Persaingan ketat di arena pertandingan
Di tengah ramainya peserta, para atlet muda harus menyiapkan diri menghadapi lawan dari daerah lain yang sama-sama kuat. Salah satu yang turun di nomor Kyorugi adalah Alvis Wadila Setiawan, atlet dari Dojang Satria Temanggung yang datang bersama Kontingen Temanggung.
Alvis mengaku mempersiapkan diri secara serius untuk menghadapi kejuaraan ini. Ia menilai persaingan taekwondo di Jawa Tengah cukup ketat karena banyak atlet berkualitas yang turun langsung di arena.
“Saya sudah mempersiapkan diri dengan serius untuk menghadapi kejuaraan ini,” kata Alvis.
Atlet asal Temanggung itu menargetkan medali emas sekaligus gelar pemain terbaik pada turnamen tahun ini. Ia berharap ajang sebesar ini terus digelar agar pembinaan taekwondo di Jawa Tengah dan daerah lain semakin maju.







