3 Destinasi Dekat GWK untuk Menutup Hari di TGIF 2026, Sunset hingga Keramik

Agenda setelah menonton TGIF 2026 di GWK Cultural Park tidak harus berhenti ketika panggung musik usai. Di Bali Selatan, wisatawan dapat memilih pantai untuk menikmati senja, tebing dengan panorama laut, atau kegiatan membuat keramik di Jimbaran.

Tiga pilihan ini menawarkan pengalaman yang berbeda dalam jarak yang masih berada di sekitar kawasan GWK. Pantai Tegal Wangi berjarak sekitar 5 kilometer, sementara Karang Boma Cliff berada sekitar 8 kilometer dari lokasi festival.

DestinasiLokasi atau JarakDaya Tarik
Pantai Tegal WangiSekitar 5 kilometer dari GWKPasir putih, tebing kapur, gua alami, dan sunset
Karang Boma CliffSekitar 8 kilometer dari GWKPanorama laut lepas dari atas tebing
Jenggala Keramik BaliKawasan JimbaranKoleksi keramik dan workshop kreatif

1. Pantai Tegal Wangi

Pantai Tegal Wangi dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai setelah berada di area festival. Kawasan ini memiliki hamparan pasir putih, tebing kapur, serta gua alami yang menjadi bagian dari karakter pesisirnya.

Saat air laut surut, kolam-kolam dapat terlihat di area pantai. Waktu sore menjelang matahari terbenam direkomendasikan untuk menikmati pemandangan di Pantai Tegal Wangi.

Jaraknya yang sekitar 5 kilometer dari GWK membuat destinasi ini dapat dimasukkan ke dalam rencana perjalanan singkat. Pengunjung tetap perlu menyesuaikan waktu kunjungan dengan kondisi air laut di kawasan pantai.

2. Karang Boma Cliff

Karang Boma Cliff menawarkan sudut pandang berbeda karena wisatawan dapat melihat laut lepas dari area tebing. Bentangan garis pantai Bali Selatan terlihat dari lokasi ini.

Destinasi yang berada sekitar 8 kilometer dari GWK tersebut cocok bagi pengunjung yang mengutamakan panorama menjelang sore. Matahari terbenam menjadi salah satu daya tarik yang dapat dinikmati sekaligus diabadikan dari atas tebing.

Karakter Karang Boma Cliff berbeda dengan Pantai Tegal Wangi yang memberi akses langsung ke pesisir. Pilihan ini lebih menonjolkan lanskap laut dan garis pantai dari ketinggian.

3. Jenggala Keramik Bali

Bagi wisatawan yang menginginkan aktivitas di luar wisata alam, Jenggala Keramik Bali di Jimbaran menyediakan koleksi keramik buatan tangan. Tempat ini juga menawarkan kegiatan kreatif yang dapat diikuti pengunjung.

Program yang tersedia mencakup Paint a Pot dan Make Your Own Pottery. Kedua kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi pengunjung untuk membawa pulang karya keramik yang dibuat dalam sesi workshop.

Pilihan di Jenggala Keramik Bali dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menyusun agenda dengan tempo berbeda. Kegiatan ini melengkapi pilihan pantai dan tebing yang tersedia di Bali Selatan.

Festival Dua Hari di GWK

TGIF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di GWK Cultural Park dengan tema The First Beat. Festival ini menggabungkan penampilan musik modern, pertunjukan seni tradisional Bali, serta program yang mendukung konservasi terumbu karang.

Pamungkas, Perunggu, Diskoria, dan Fluctus dijadwalkan tampil pada hari pertama. Hari kedua akan menampilkan Mahalini, Tenxi, Idgitaf, serta Hasta.

Tari Ngelawang dan Tari Kecak turut masuk dalam agenda di area terbuka GWK. Setiap pembelian tiket melalui situs resmi YESPLIS disebut berkontribusi terhadap program konservasi terumbu karang.

Festival Director TGIF 2026 Ryan Adi Kusuma menyatakan acara itu dirancang sebagai pengalaman yang melampaui rangkaian konser. “Kami ingin menghadirkan festival yang tidak hanya dinikmati sebagai rangkaian pertunjukan musik, tetapi juga sebagai pengalaman yang memiliki energi, cerita, dan makna bagi setiap orang yang hadir,” ujar Ryan.

Dengan pilihan pantai, tebing, dan ruang kreatif, agenda perjalanan di Bali Selatan dapat disusun sesuai minat pengunjung. Rangkaian tersebut mempertemukan musik, seni Bali, alam, dan aktivitas kreatif dalam satu kawasan perjalanan.

Source: www.suara.com
Berita Terkait