32 Peserta Hamil Lolos Seleksi Latsarmil, Kemenhan Akui Ada Celah Pemeriksaan

Author: Redaksi Android62

Kementerian Pertahanan menyatakan sebanyak 32 peserta yang sedang hamil sempat lolos seleksi untuk mengikuti pendidikan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, termasuk latihan dasar militer. Para peserta itu tidak dinyatakan gugur, melainkan dipulangkan sementara dengan alasan keselamatan dan pertimbangan kemanusiaan.

Keputusan tersebut diambil karena kondisi kehamilan dinilai berisiko jika dipaksakan mengikuti pendidikan yang padat. Kemenhan menegaskan mereka tetap tercatat sebagai peserta yang memenuhi syarat dan masih memiliki kesempatan untuk bergabung kembali pada gelombang berikutnya.

Status peserta tidak dicabut

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan menjelaskan bahwa pada tahap awal seleksi belum ada ketentuan tegas yang melarang peserta hamil. Karena itu, para peserta tersebut tetap dinilai lolos secara administrasi dan berlanjut ke tahap pendidikan.

Ia menegaskan pemulangan itu hanya bersifat sementara. Hak mereka untuk melanjutkan program tetap dipertahankan sampai kesempatan pendidikan berikutnya dibuka dan kondisi kesehatan memungkinkan.

Evaluasi diperketat setelah muncul temuan kesehatan

Pengumuman soal 32 peserta hamil itu disampaikan dalam konferensi pers yang juga membahas evaluasi pelaksanaan latihan bela negara dan manajerial SPPI KDKMP-KNMP. Evaluasi tersebut dilakukan setelah lima peserta meninggal dunia saat mengikuti pendidikan.

Dalam penjelasannya, Kemenhan mengakui ada sejumlah penyakit yang tidak terdeteksi pada proses kesehatan awal. Menurut Ketut, kondisi itu menunjukkan perlunya peninjauan ulang terhadap seluruh peserta agar risiko bisa diketahui lebih cepat.

“Dari proses awal sebelumnya sudah dilaksanakan proses oleh panitia seleksi nasional. Namun pada kenyataannya ada memang penyakit-penyakit yang tidak terdeteksi,” ujar Ketut.

Tracing ulang dan skrining lanjutan dilakukan

Sebagai tindak lanjut, Kemenhan melakukan tracing ulang dan mengelompokkan peserta berdasarkan kondisi kesehatannya. Langkah ini dipakai untuk memetakan peserta yang memerlukan perhatian khusus selama pendidikan berlangsung.

Kemenhan juga meminta bantuan Kementerian Kesehatan untuk melakukan screening lanjutan terhadap seluruh peserta. Kepala Pusat Komponen Cadangan Brigjen TNI Hengki Yuda mengatakan langkah itu ditempuh agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terulang.

Screening semuanya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan kembali,” kata Hengki.

Dengan pemeriksaan tambahan tersebut, Kemenhan berharap seleksi dan pendidikan KDKMP-KNMP bisa berjalan lebih aman, terutama bagi peserta dengan kondisi kesehatan khusus. Pengawasan medis yang lebih ketat juga diharapkan membuat tahap pendidikan berikutnya berlangsung dengan risiko yang lebih terkendali.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru