Lima Anggota OPM Pilih Kembali ke NKRI, Ikrar Terbuka Di Puncak Jaya

Author: Redaksi Android62

Lima anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka atau OPM Kodap XXVIII dari Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya, resmi menyatakan setia kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ikrar itu disampaikan secara terbuka di Alun-alun Kota Mulia, disaksikan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, keluarga, dan ratusan warga.

Prosesi tersebut menjadi penanda penting karena berlangsung dalam suasana yang melibatkan banyak unsur masyarakat. Kehadiran para pihak itu menunjukkan adanya dukungan luas terhadap upaya damai yang ditempuh melalui pendekatan persuasif dan dialog.

Ikrar, tanda tangan, dan cium Merah Putih

Dalam kegiatan itu, kelima anggota OPM membacakan naskah ikrar kesetiaan kepada NKRI di hadapan warga. Mereka kemudian menandatangani dokumen kesetiaan dan mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol tekad memulai kehidupan baru bersama masyarakat.

Setelah prosesi utama selesai, panitia menyerahkan bantuan sembako dan pakaian kepada mereka. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk perhatian sekaligus dukungan agar proses kembali ke tengah masyarakat dapat berjalan lebih baik.

Pendekatan humanis dinilai membangun kepercayaan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M Wirya Arthadiguna menyebut ikrar tersebut sebagai bukti bahwa komunikasi yang mengutamakan nilai kemanusiaan dapat membangun kepercayaan. Ia menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah serta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam membuka jalan menuju perdamaian.

“Koops TNI Habema menghormati keputusan saudara-saudara kita yang telah memilih kembali ke pangkuan NKRI sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia,” ujarnya. Ia berharap momentum itu menjadi awal kehidupan yang lebih aman, lebih baik, dan lebih produktif bersama keluarga serta masyarakat.

Dukungan terbuka dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya bersama unsur forkopimda memperlihatkan bahwa upaya menciptakan damai tidak hanya bertumpu pada aparat keamanan. Tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan keluarga para peserta juga hadir untuk memberi dukungan langsung.

Situasi itu menunjukkan bahwa proses kembali ke NKRI dipandang sebagai tanggung jawab bersama. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan membuat para mantan anggota kelompok bersenjata itu lebih mudah menjalani kehidupan yang aman dan produktif di tengah masyarakat.

Keputusan yang disebut tanpa paksaan

Koops TNI Habema menyampaikan bahwa keputusan lima anggota OPM tersebut merupakan pilihan yang lahir dari kesadaran pribadi, bukan karena tekanan. Langkah itu dipandang sebagai peluang untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga stabilitas keamanan di Papua.

Dalam pernyataannya, Koops TNI Habema juga mengajak pihak lain yang masih berada di kelompok bersenjata untuk menempuh jalan damai. Seruan itu menegaskan bahwa masa depan Papua dinilai akan lebih baik jika dibangun lewat persatuan, dialog, dan semangat kebersamaan demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

Komitmen menjaga keamanan dengan pendekatan persuasif

Koops TNI Habema bersama unsur pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memakai pendekatan humanis dan persuasif dalam menjaga keamanan di Papua. Cara ini ditempatkan sebagai bagian dari upaya merawat kepercayaan masyarakat dan mendorong lebih banyak pihak ikut menciptakan suasana yang aman.

Kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat ruang dialog. Dengan dukungan itu, langkah lima anggota OPM yang menyatakan setia kepada NKRI menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menghadirkan Papua yang damai, stabil, dan sejahtera bagi seluruh warganya.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru