35,9 Juta Pemilih Jadi Taruhan Perindo, Rifqi Ali Mubarok Pimpin Konsolidasi Jawa Barat di Bandung

Author: Redaksi Android62

Jawa Barat menjadi fokus utama Partai Perindo dalam langkah awal menuju Pemilu 2029. Wilayah ini dipandang sebagai medan strategis karena memiliki 35,9 juta pemilih, sehingga setiap gerakan politik di provinsi tersebut dinilai punya bobot besar dalam persaingan nasional.

Salah satu penegasan arah itu terlihat dari pelantikan Rifqi Ali Mubarok sebagai Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat di Bandung. Momentum tersebut memperlihatkan bahwa Perindo ingin memulai konsolidasi dari daerah yang dianggap paling menentukan, bukan dari ruang politik yang jauh dari basis pemilih.

Bandung dipilih sebagai titik awal konsolidasi

Pelantikan di Bandung tidak hanya dimaknai sebagai acara seremonial, tetapi juga sebagai penanda arah gerak partai. Dari kota ini, Perindo menunjukkan keseriusan untuk memperkuat langkah di Jawa Barat lebih awal dibanding daerah lain yang juga masuk radar politik nasional.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, memimpin langsung pelantikan tersebut. Ia menegaskan bahwa Jawa Barat harus menjadi salah satu wilayah yang dikerjakan sejak dini dengan perhatian besar, karena perannya sangat penting dalam peta elektoral partai.

Ferry juga menekankan bahwa persiapan menuju 2029 tidak bisa berhenti pada penataan struktur organisasi semata. Menurut arahan yang ia sampaikan, kerja politik harus bergerak nyata di daerah agar kehadiran partai benar-benar memberi manfaat bagi warga Jawa Barat.

Rifqi Ali Mubarok dan penguatan mesin partai

Penunjukan Rifqi Ali Mubarok menandai upaya Perindo memperkuat organisasi di tingkat daerah. Dalam politik elektoral, kepengurusan yang solid menjadi modal utama untuk memperluas jangkauan kerja dan membangun dukungan yang lebih kuat di lapangan.

Perindo melihat struktur daerah sebagai alat utama untuk menjangkau pemilih secara langsung. Dengan pengurus yang aktif, partai berharap bisa membangun kedekatan yang lebih erat dengan masyarakat, bukan hanya muncul saat masa pemilu tiba.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa Perindo ingin membangun kekuatan dari bawah. Orientasi tersebut menempatkan kerja organisasi daerah sebagai fondasi, sehingga strategi partai tidak hanya bertumpu pada pesan politik di tingkat nasional.

Jawa Barat sebagai wilayah penentu

Besarnya jumlah pemilih membuat Jawa Barat selalu diperhitungkan partai-partai politik. Dengan 35,9 juta pemilih, provinsi ini dipandang sebagai ruang penting untuk menguji kemampuan partai membaca kebutuhan publik dan mengubahnya menjadi dukungan nyata.

Dalam konteks itu, langkah Perindo di Jawa Barat tidak bisa dilepaskan dari ambisi memperkuat posisi pada kontestasi nasional. Setiap konsolidasi di wilayah ini memiliki nilai besar karena dapat memengaruhi daya saing partai saat menghadapi pertarungan politik berikutnya.

Ferry menempatkan Jawa Barat sebagai daerah yang harus dikelola dengan kesungguhan tinggi. Sikap itu memperlihatkan bahwa partai tidak ingin sekadar hadir secara administratif, melainkan menyiapkan kerja politik yang benar-benar terasa di masyarakat.

Kerja lapangan menjadi fokus utama

Perindo tampak memilih pendekatan bertahap dengan menjadikan konsolidasi daerah sebagai fondasi. Strategi ini menunjukkan bahwa partai ingin menyiapkan kekuatan politik secara berkelanjutan, bukan sekadar mengejar sorotan jangka pendek.

Bagi Perindo, kekuatan partai akan diuji dari hadir atau tidaknya manfaat bagi warga. Karena itu, penguatan DPW Jawa Barat diharapkan bisa menjadi ujung tombak untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara lebih intensif.

Pelantikan Rifqi di Bandung sekaligus memberi sinyal bahwa DPW Jawa Barat akan memikul peran penting dalam penyusunan kerja politik partai ke depan. Dari wilayah dengan jumlah pemilih terbesar itu, Perindo menyiapkan langkah yang lebih terarah untuk membaca medan dan memperkuat posisinya menuju Pemilu 2029.

Source: news.okezone.com
Berita Terbaru