40 Kloter Haji 2026 Berangkat Lewat Kertajati, Mayoritas Jamaah Berasal dari Jawa Barat

Author: Redaksi Android62

Musim haji 2026 akan menempatkan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati sebagai salah satu titik paling sibuk di Jawa Barat. Dari bandara itu, sekitar 17.700 jamaah akan diberangkatkan melalui 40 kloter, dan mayoritas di antaranya berasal dari Jawa Barat.

Data tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau Majalengka, Jumat (1/5/2026). Ia menegaskan bahwa besarnya volume keberangkatan membuat Kertajati memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar bandara pemberangkatan biasa.

Kertajati diposisikan sebagai simpul layanan

Dengan jumlah kloter yang mencapai 40, pemerintah menempatkan Kertajati sebagai simpul layanan utama selama musim haji. Posisi ini menuntut kesiapan yang lebih tinggi karena arus jamaah akan berlangsung dalam jumlah besar dan berulang.

Dahnil meminta seluruh petugas memberi pelayanan maksimal kepada jamaah yang akan berangkat ke Tanah Suci. Fokus pemerintah tidak hanya pada keberangkatan, tetapi juga pada mutu layanan yang diterima jamaah sejak masuk area bandara.

Terminal khusus haji sementara ikut digunakan

Untuk mendukung kelancaran arus keberangkatan, Kertajati digunakan sementara sebagai terminal khusus haji. Skema ini dipakai agar proses pemberangkatan tetap tertib dan tidak menumpuk pada satu titik layanan.

Pemerintah menilai pengaturan seperti itu penting karena sebagian besar jamaah yang dilayani berasal dari Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat koordinasi di lapangan perlu berjalan lebih rapat agar seluruh rangkaian keberangkatan tidak tersendat.

Mayoritas jamaah berasal dari Jawa Barat

Komposisi jamaah menjadi salah satu alasan utama mengapa Kertajati mendapat perhatian besar. Jamaah yang berangkat melalui bandara ini didominasi oleh warga Jawa Barat, sehingga bandara tersebut menjadi titik awal perjalanan ibadah bagi ribuan calon haji dari provinsi itu.

Dengan total sekitar 17.700 jamaah, Kertajati menjadi salah satu fasilitas penting dalam arus keberangkatan haji dari daerah tersebut. Pemerintah melihat kelancaran operasional di bandara ini akan berpengaruh langsung pada kenyamanan jamaah sejak tahap awal perjalanan.

Perhatian tertuju pada kesiapan operasional

Besarnya jumlah kloter menuntut kesiapan operasional yang tinggi. Karena itu, perhatian pemerintah tidak berhenti pada penetapan Kertajati sebagai lokasi keberangkatan, tetapi juga pada bagaimana layanan di bandara itu dijalankan selama musim haji 2026.

Dahnil menekankan pentingnya kerja sama seluruh unsur terkait agar proses keberangkatan berjalan lancar. Dalam situasi seperti ini, kualitas pelayanan dan ketertiban alur jamaah menjadi bagian yang sama pentingnya dengan besarnya kapasitas pemberangkatan.

Source: cirebon.tribunnews.com
Berita Terbaru