Rasulullah SAW mengajarkan doa yang mencakup kebutuhan paling mendasar dalam hidup seorang muslim, mulai dari perlindungan diri, kesembuhan, ketenangan batin, hingga ampunan. Kelima doa ini juga dianjurkan untuk dibaca setiap hari agar seorang hamba tetap terhubung dengan Allah Swt dalam keadaan lapang maupun sempit.
Di antara doa yang paling dikenal adalah permohonan kebaikan dunia dan akhirat. Doa itu termuat dalam Al-Baqarah ayat 201 dan memuat permintaan agar kehidupan dunia tidak lepas dari kebaikan, sekaligus keselamatan di akhirat.
1. Doa memohon kebaikan dunia dan akhirat
Doa ini menjadi salah satu yang paling sering diamalkan karena ringkas, padat, dan menyentuh inti kebutuhan manusia. Rasulullah SAW mengajarkannya agar seorang muslim tidak hanya mengejar urusan dunia, tetapi juga keselamatan akhirat.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ‘ażāban-nār.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka.” Doa ini dianjurkan dibaca setelah salat maupun pada berbagai kesempatan.
2. Doa memohon perlindungan dari bahaya
Selain memohon kebaikan, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan yang dibaca pada pagi dan petang. Isi doa ini menegaskan keyakinan bahwa tidak ada sesuatu pun yang bisa membahayakan bila Allah telah menyertai dengan nama-Nya.
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma’asmihi syai’un fil-arḍi wa lā fis-samā’i wa Huwas-Samī’ul-‘Alīm.
Artinya: “Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan di bumi maupun di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah.
3. Sayyidul istigfar, doa memohon ampunan
Sayyidul istigfar dikenal sebagai penghulu istigfar dan termasuk doa utama yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa ini memuat pengakuan seorang hamba atas nikmat Allah Swt, kesalahan yang dilakukan, dan kebutuhan mutlak akan ampunan-Nya.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ،
وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allāhumma anta Rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa ana ‘abduka, wa ana ‘alā ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’ūdzu bika min syarri mā shana’tu, abū’u laka bini’matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī, faghfir lī fa innahu lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang pada janji dan perjanjian kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah kuperbuat. Aku mengakui segala nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.” Doa ini dianjurkan dibaca setiap pagi dan petang.
4. Doa ketika menghadapi kesulitan
Ujian hidup dapat datang dalam bentuk kegelisahan, kesedihan, utang, hingga tekanan dari orang lain. Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan doa yang memohon perlindungan dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kikir, serta lilitan persoalan yang membebani hidup.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Allāhumma innī a’ūdzu bika minal-hammi wal-ḥazan, wal-‘ajzi wal-kasal, wal-jubni wal-bukhl, wa ḍala’id-dayni wa ghalabatir-rijāl.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan utang dan penindasan manusia.” Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud.
5. Doa memohon kesembuhan dari penyakit
Saat sakit, Islam tidak hanya mendorong ikhtiar, tetapi juga menghadirkan doa sebagai penguat harapan. Rasulullah SAW mengajarkan permohonan agar penyakit diangkat dan kesembuhan datang hanya dari Allah Swt.
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Allāhumma Rabban-nās, adzhibil-ba’sa, isyfi Antasy-Syāfī, lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yugādiru saqaman.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” Doa ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Kelima doa tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menghadirkan Allah Swt dalam berbagai keadaan. Dari memohon kebaikan dunia dan akhirat, menjaga diri dari bahaya, mengatasi kesulitan, meminta kesembuhan, hingga memohon ampunan, semuanya menjadi amalan yang dapat dibaca setiap hari.
Source: www.beritasatu.com






