Sebanyak 50 konsumen vape di Bekasi mengikuti tes urine narkoba secara sukarela dalam rangka kegiatan Halalbihalal Vapers with Therion DNA Indonesia. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya komunitas untuk menunjukkan sikap tegas terhadap penyalahgunaan narkoba sekaligus mendorong lingkungan yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut digelar di Wargas, Bekasi, bersama Badan Narkotika Kabupaten Bekasi. Selain sebagai pemeriksaan, agenda ini juga dipakai untuk edukasi dan deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan zat terlarang di lingkungan komunitas.
Langkah ini muncul di tengah besarnya perhatian publik terhadap isu penyalahgunaan vape. Komunitas pengguna vape di Bekasi menilai bahwa ruang sosial seperti komunitas juga perlu ikut mengambil peran, bukan hanya menunggu edukasi formal dari lembaga tertentu.
Dengan cara itu, kegiatan silaturahmi tidak berhenti pada pertemuan biasa. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa pencegahan narkoba bisa dimulai dari lingkar terdekat, termasuk dari komunitas yang memiliki kebiasaan dan ruang interaksi yang sama.
Ketua Pelaksana kegiatan, Enggar Dwi Pambudi, menegaskan bahwa dorongan seperti ini harus lahir dari kesadaran pribadi. Menurut dia, pencegahan yang baik perlu dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara sukarela di lingkungan masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
“Upaya pencegahan harus dimulai dari diri sendiri, dan dilakukan secara sukarela dalam lingkungan masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Bukan untuk ajang pembuktian
Presiden Therion DNA Indonesia, Agung Heri Hartaji, juga menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak ditujukan untuk membuktikan sesuatu kepada pihak mana pun. Fokus utamanya berada pada pembangunan kesadaran dan dukungan terhadap deteksi dini melalui partisipasi komunitas.
Bagi Agung, pendekatan berbasis keterlibatan anggota lebih penting dibanding sekadar menjadikan acara itu sebagai simbol atau seremoni. Ia menilai bahwa respons terhadap penyalahgunaan zat terlarang akan lebih kuat jika masyarakat ikut terlibat langsung.
“Ini bagian dari upaya membangun kesadaran dan mendukung deteksi dini melalui pendekatan yang berbasis partisipasi komunitas,” jelasnya.
Apresiasi dari Badan Narkotika Kabupaten Bekasi
Keterlibatan komunitas vape dalam tes urine sukarela itu mendapat sambutan positif dari Badan Narkotika Kabupaten Bekasi. Perwakilannya, Flavianus Aka, SH, menilai bahwa inisiatif masyarakat semacam ini penting untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Ia menilai pendekatan yang mengandalkan kesadaran dan edukasi perlu terus didorong di berbagai lapisan masyarakat. Menurut dia, komunitas memiliki posisi yang strategis karena dapat menyampaikan pesan pencegahan dari lingkungan yang dekat dengan para anggotanya.
“Pendekatan berbasis kesadaran dan edukasi perlu terus didorong di berbagai lapisan masyarakat,” katanya.
Edukasi yang menyertai pemeriksaan
Selain menjalani tes urine, peserta juga mendapat edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Materi ini sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan memahami risiko yang bisa muncul dari penggunaan zat terlarang.
Kombinasi antara pemeriksaan sukarela dan edukasi membuat kegiatan ini punya fungsi yang lebih luas dibanding pemeriksaan biasa. Forum tersebut menjadi ruang komunikasi yang lebih terbuka tentang tanggung jawab pribadi, pencegahan, dan peran sosial dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Melalui kegiatan di Bekasi ini, komunitas berharap ruang sosial di sekitarnya dapat semakin bertanggung jawab dalam menolak penyalahgunaan narkoba. Langkah sukarela tersebut juga menunjukkan bahwa pencegahan bisa diperkuat lewat kerja sama, kesadaran bersama, dan tindakan nyata dari komunitas di tingkat lokal.
