Sebanyak 60 jiwa dari 20 kepala keluarga sempat terjebak saat banjir melanda Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Derasnya aliran air membuat tim gabungan harus melakukan evakuasi di kawasan terdampak.
Di tengah situasi tersebut, 450 warga meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat kerabat yang berada di lokasi aman. Sebagian besar warga menyelamatkan diri secara mandiri sebelum air semakin mengganggu akses permukiman.
Data Warga dan Permukiman Terdampak
| Wilayah atau Kategori | Data Terdampak | Keterangan |
|---|---|---|
| Nagari Sungai Batang | 450 warga mengungsi | Mengungsi ke rumah kerabat yang aman |
| Warga terjebak | 20 KK atau 60 jiwa | Terdampak derasnya aliran air |
| Jorong Labuah | 250 warga mengungsi | 20 rumah terendam air |
Penanganan Banjir Agam melibatkan BPBD Agam, Basarnas, PMI, Polri, TNI, serta unsur lain. Kehadiran tim gabungan membantu warga yang tidak dapat keluar dari lokasi terdampak dengan kemampuan sendiri.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur mengatakan evakuasi berlangsung melalui dua cara. “Korban sudah evakuasi mandiri dan ada sebagian dievakuasi oleh tim gabungan dari BPBD Agam, Basarnas, PMI, Polri, TNI dan lainnya,” kata Abdul Ghafur dalam laporan yang dikutip CNBC Indonesia.
Jorong Labuah Juga Terdampak
Dampak banjir tidak hanya dirasakan warga Nagari Sungai Batang. Di Jorong Labuah, sebanyak 250 warga dilaporkan mengungsi setelah 20 rumah kemasukan air.
Ketinggian air di dalam rumah warga di wilayah itu mencapai sekitar 70 sentimeter. Genangan muncul ketika luapan sungai masuk ke permukiman yang berada di sekitar bantaran.
Banjir terjadi setelah hujan dengan curah cukup tinggi mengguyur kawasan tersebut dari sore hingga malam hari. Air dari Sungai Batang Tumayo kemudian meluap dan menggenangi rumah-rumah warga di sekitarnya.
Pendangkalan Sungai Menjadi Perhatian
Menurut Abdul Ghafur, banjir bukan pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Sungai mengalami pendangkalan setelah banjir bandang melanda wilayah itu pada akhir November 2025.
Kondisi pendangkalan membuat aliran air lebih mudah meluap ketika hujan deras berlangsung cukup lama. Permukiman yang berada dekat aliran Sungai Batang Tumayo menjadi area yang paling terdampak saat debit air meningkat.
BPBD Agam mencatat tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Air juga mulai menyusut sehingga sebagian warga telah dapat kembali ke rumah masing-masing.
Warga tetap diminta meningkatkan kewaspadaan saat hujan berintensitas tinggi kembali turun. Mengungsi lebih awal dinilai penting ketika debit sungai meningkat dan kondisi aliran air mulai mengkhawatirkan.
