Lebih dari 73 ribu nasabah aktif PNM di Kota dan Kabupaten Mojokerto tidak hanya memperoleh akses pembiayaan usaha. Mereka juga mendapat pendampingan berkala, edukasi pengelolaan keuangan, hingga dukungan pendidikan informal untuk anak-anak.
Jangkauan layanan itu menjadi sorotan dalam kunjungan jajaran Komisaris Danantara Asset Management ke sejumlah titik layanan PNM di Mojokerto. Rombongan meninjau Pertemuan Kelompok Mingguan, usaha nasabah, serta Ruang Pintar PNM Majada Al-Hidayah.
Ruang belajar bagi anak nasabah
Ruang Pintar PNM Majada Al-Hidayah menjadi salah satu bentuk pemberdayaan yang melampaui aktivitas usaha. Sebanyak 43 anak dari jenjang PAUD hingga kelas 6 SD belajar bersama setiap Rabu dan Kamis di ruang tersebut.
Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga nasabah binaan PNM. Kehadirannya menempatkan pendidikan informal sebagai bagian dari perhatian terhadap masa depan keluarga pelaku usaha ultra mikro.
Komisaris Utama Danantara Asset Management Rabin Indrajad menilai pendekatan tersebut tidak berhenti pada pembiayaan. “Yang kami apresiasi dari PNM bukan hanya pembiayaannya. Ada kepedulian yang nyata melalui Ruang Pintar dan perhatian terhadap lingkungan sekitar nasabah, sehingga pemberdayaan benar-benar terasa menyeluruh,” ujarnya.
Jaringan pendampingan di Mojokerto
Hingga 30 Juni 2026, layanan PNM di Mojokerto didukung oleh 25 Unit Mekaar. Sebanyak 352 Account Officer Pendamping menjalankan pendampingan berkala melalui 5.515 kelompok mingguan.
| Indikator | Capaian di Mojokerto | Jaringan Nasional PNM |
|---|---|---|
| Nasabah | Lebih dari 73 ribu nasabah aktif | Lebih dari 23,3 juta masyarakat prasejahtera |
| Pendamping | 352 Account Officer Pendamping | Lebih dari 40 ribu AO |
| Layanan | 25 Unit Mekaar dan 5.515 kelompok mingguan | 4.655 kantor layanan, termasuk 58 cabang |
| Wilayah | Kota dan Kabupaten Mojokerto | 36 provinsi di Indonesia |
Pertemuan Kelompok Mingguan menjadi ruang rutin bagi nasabah untuk belajar mengelola usaha dan keuangan. Forum tersebut juga memperkuat jejaring sosial di antara perempuan prasejahtera yang menjalankan usaha.
Mayoritas nasabah di Mojokerto bergerak dalam perdagangan. Sektor lain yang dijalankan mencakup pertanian, jasa, dan industri rumahan.
Perubahan usaha Sulikah
Pendampingan usaha terlihat dalam perjalanan Sulikah, nasabah PNM Mekaar yang kini mengembangkan warung bakso. Sebelum bergabung, ia menjual jajanan anak-anak dari rumah untuk membantu kebutuhan keluarga.
Usahanya kemudian berkembang dengan tambahan gorengan dan minuman. Lokasi warung di jalur pendakian juga membuka peluang penghasilan yang lebih besar dibandingkan ketika ia hanya berjualan dari rumah.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan bagi usaha ultra mikro berjalan bersama penguatan kapasitas pelaku usaha. Akses modal dinilai belum cukup tanpa pengetahuan pengelolaan usaha dan pendampingan yang berkelanjutan.
Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki mengatakan pemberdayaan merupakan inti layanan perusahaan. “Pemberdayaan bukan sekadar program pendamping, tetapi inti dari setiap langkah yang PNM lakukan,” kata Sunar.
Menurutnya, manfaat yang dituju mencakup peningkatan kapasitas usaha, kepercayaan diri nasabah, serta harapan baru bagi keluarga mereka. Dukungan Danantara diharapkan dapat memperluas manfaat bagi perempuan pengusaha ultra mikro dan memperkuat ekonomi kerakyatan dari tingkat akar rumput.
