Jetour T1 langsung mengirim sinyal kuat di Indonesia setelah membukukan 800 unit pesanan hanya dalam sebulan. Untuk model baru di segmen SUV plug-in hybrid yang persaingannya ketat, angka itu menunjukkan bahwa pasar mulai memberi perhatian serius.
Di kisaran harga Rp 500 jutaan, T1 memang tidak bermain di wilayah yang murah. Namun, permintaan awal yang terkumpul menunjukkan bahwa sebagian konsumen melihat kombinasi desain, fitur, dan performa yang ditawarkan Jetour sebagai sesuatu yang layak dipertimbangkan.
Posisi T1 di Tengah Portofolio Jetour
Jetour sebelumnya lebih dulu memperkenalkan Dashing dan X70 Plus saat memulai kiprahnya di Indonesia. Setelah itu, T2 hadir sebagai model ketiga yang dijual di Tanah Air, tetapi posisinya tetap sebagai mobil bensin biasa.
T1 kemudian datang sebagai SUV PHEV pertama Jetour di Indonesia melalui varian T1 i-DM. Langkah ini sejalan dengan tren elektrifikasi yang disebut terus menguat, termasuk pertumbuhan penjualan PHEV yang pada tahun ini naik hingga ratusan persen dibandingkan tahun sebelumnya.
| Model Jetour di Indonesia | Jenis | Posisi |
|---|---|---|
| Dashing | Mobil penumpang | Salah satu model awal Jetour di Indonesia |
| X70 Plus | Mobil penumpang | Salah satu model awal Jetour di Indonesia |
| T2 | Bensin | Model ketiga yang dijual di Indonesia |
| T1 i-DM | PHEV | SUV PHEV pertama Jetour di Indonesia |
Harga Premium Masih Dipandang Masuk Akal
Meski angka 800 unit pesanan belum bisa disebut besar untuk pasar yang lebih luas, hasil itu tetap memberi sinyal positif bagi Jetour. Apalagi T1 hadir sebagai SUV dengan banderol premium dan target konsumen yang menuntut lebih dari sekadar status elektrifikasi.
Jetour menempatkan T1 sebagai mobil yang mengandalkan desain eksterior dan interior, fitur, serta performa yang dianggap sepadan dengan harganya. Dengan begitu, T1 tidak hanya ditawarkan sebagai SUV hemat energi, tetapi juga sebagai produk dengan nilai pakai yang lebih lengkap.
Rival Terdekat Datang Dari Segmen Yang Tidak Sama Persis
Di pasar Indonesia, T1 akan berhadapan dengan sejumlah model elektrifikasi lain, termasuk Chery Tiggo 8 CSH, Chery Tiggo 9 CSH, Jaecoo J7 SHS, dan Jaecoo J8 SHS. Namun, tidak semua lawan berada di kelas yang benar-benar setara.
Ridertua.com menilai Tiggo 8 CSH kurang pas dijadikan lawan langsung karena bermain di pasar yang berbeda. Sementara itu, Denza B5 disebut paling mendekati T1 berkat desain retro-modern dan penggunaan mesin PHEV, meski posisinya ada di kelas yang jauh lebih premium dengan potensi harga sekitar dua kali lipat T1.
| Model Pembanding | Karakter | Keterangan |
|---|---|---|
| Chery Tiggo 8 CSH | PHEV | Harga lebih terjangkau, tetapi dianggap berada di pasar berbeda |
| Chery Tiggo 9 CSH | PHEV | Termasuk rival yang cukup tangguh |
| Jaecoo J7 SHS | PHEV | Masuk daftar lawan Jetour T1 |
| Jaecoo J8 SHS | PHEV | Masuk daftar lawan Jetour T1 |
| Denza B5 | PHEV | Paling mendekati T1, tetapi jauh lebih premium |
Masih Ada Ruang Untuk Model Baru
Selain T1, Jetour juga sempat menampilkan X50e sebagai calon mobil listrik baru yang diharapkan menjadi BEV pertama Jetour di Indonesia. Namun, perusahaan masih membutuhkan waktu untuk menyiapkan penjualannya.
Ada pula X20e yang disebut cocok menjadi lawan BYD Atto 1 dan berpotensi menjadi model termurah Jetour di Indonesia jika benar-benar dipasarkan. Untuk saat ini, fokus utama Jetour masih tertuju pada T1 yang baru meluncur dan langsung mencatat pesanan dalam jumlah besar.







