Sebanyak 820 startup dari 60 negara dan wilayah ikut bersaing di SusHi Tech Challenge, dan satu pemenang Grand Prix akan langsung mendapat tiket ke TechCrunch Disrupt Startup Battlefield Top 200. Jalur itu membuat ajang di Tokyo menjadi lebih dari sekadar kompetisi regional, karena memberi akses ke salah satu panggung pitching paling prestisius di ekosistem startup global.
Pemenang utama juga membawa pulang ¥10.000.000, sementara babak semifinal dan final dijalankan melalui seleksi yang ketat. Dari total peserta, 437 aplikasi datang dari luar Jepang dan 383 dari Jepang, menandakan daya tarik kompetisi ini datang dari pasar domestik sekaligus internasional.
TechCrunch masuk ke panggung Tokyo
TechCrunch akan hadir di Tokyo melalui kemitraan dengan SusHi Tech Tokyo 2026 yang berlangsung di Tokyo Big Sight. Kehadiran itu tidak berhenti pada liputan acara, tetapi juga membawa program Startup Battlefield ke dalam rangkaian kegiatan resmi.
Isabelle Johannessen, manajer program Startup Battlefield, akan menjadi juri pada SusHi Tech Challenge. Peran itu memperkuat peluang bagi startup yang ingin menarik perhatian juri dan membuka jalan menuju tahap yang lebih besar di TechCrunch Disrupt.
Kompetisi dengan skala global
SusHi Tech Tokyo kini memasuki tahun keempat dan berkembang menjadi ruang pertemuan bagi startup, investor, korporasi, dan pemimpin kota dari berbagai negara. Ajang yang digagas Pemerintah Metropolitan Tokyo ini memang dirancang untuk mempertemukan inovator global dan mendorong lahirnya kota masa depan yang lebih berkelanjutan.
Skalanya pun terus membesar. Tahun ini, penyelenggara menghadirkan 750 startup exhibitor dari 60 negara, menargetkan lebih dari 10.000 pertemuan bisnis, serta sekitar 60.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan.
Tema besar yang dibawa ke Tokyo
Agenda SusHi Tech Tokyo 2026 berpusat pada empat tema utama, yaitu AI, Robotics, Resilience, dan Entertainment. Pilihan tema ini menunjukkan bahwa konferensi tersebut tidak hanya membahas produk teknologi, tetapi juga dampaknya terhadap industri, ketahanan kota, hingga budaya digital.
Rangkaian sesi yang disiapkan mencakup demo robot humanoid, pembahasan perangkat lunak untuk mobil otonom, diskusi soal pertahanan siber dan teknologi iklim, sampai topik mengenai pengaruh AI terhadap musik dan anime. Susunan ini menempatkan Tokyo sebagai salah satu pusat percakapan teknologi yang menghubungkan ekonomi kreatif dengan isu ketahanan perkotaan.
Jaringan pembicara dan mitra besar
Sejumlah nama dari perusahaan dan lembaga teknologi besar dijadwalkan hadir sebagai pembicara, termasuk Howard Wright dari Nvidia, Rob Chu dari AWS, Eva Chen dari Trend Micro, Qasar Younis dari Applied Intuition, Christine Tsai dari 500 Global, Kathy Matsui dari MPower Partners, dan Gubernur Tokyo Yuriko Koike. Sekitar 60 persen pembicara berasal dari luar Jepang, sementara sekitar separuhnya adalah perempuan.
Komposisi itu menegaskan karakter acara sebagai forum internasional. Kehadiran pemimpin industri, investor, dan pejabat publik dalam satu panggung juga memperluas ruang kolaborasi lintas sektor.
Pertemuan bisnis yang disiapkan untuk startup
Conference ini juga menaruh perhatian besar pada jaringan bisnis. Sebanyak 62 mitra korporasi, termasuk Sony, Google, Microsoft, dan Mizuho, akan menggelar reverse pitch untuk mencari startup yang bisa menjadi mitra strategis.
Di sisi lain, pemimpin kota dari 49 kota di lima benua akan bertemu dalam G-NETS Leaders Summit untuk membahas ketahanan iklim dan keberlanjutan urban. Forum tersebut membuat SusHi Tech Tokyo tidak hanya relevan bagi pelaku teknologi, tetapi juga bagi arah pembangunan kota di masa depan.
Untuk mendukung mobilitas peserta, penyelenggara menyiapkan aplikasi resmi SusHi Tech Tokyo 2026. Fitur yang tersedia mencakup pencocokan berbasis AI, pemesanan ruang rapat, peta GPS, pertukaran kartu nama lewat QR, dan notifikasi real-time agar peserta lebih mudah bergerak di Tokyo Big Sight.
SusHi Tech Tokyo 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27–29 April, dengan hari bisnis pada 27–28 April dan Public Day gratis pada 29 April. Kehadiran TechCrunch dan masuknya Startup Battlefield ke Tokyo membuat jalur menuju panggung global itu semakin terbuka bagi startup yang mampu tampil menonjol di SusHi Tech Challenge.







