Adobe Siap Kuasai Topaz Labs, Alat AI Foto Andalan Kreator Bisa Ikut Berubah

Author: Redaksi Android62

Adobe resmi mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi Topaz Labs, perusahaan di balik sejumlah perangkat lunak AI populer untuk foto dan video. Jika transaksi ini tuntas, ekosistem Adobe Creative Cloud dan Firefly berpotensi mendapat dorongan besar dari teknologi yang lebih banyak berjalan langsung di perangkat.

Langkah ini langsung menarik perhatian pengguna Photoshop, Lightroom, dan Premiere karena membuka peluang integrasi alat Topaz ke alur kerja yang sudah ada. Adobe sebelumnya juga sudah memasukkan model Topaz Labs sebagai partner model untuk fitur Bloom dan Gigapixel AI di Photoshop.

Fokus utama pada pemrosesan AI lokal

Salah satu nilai paling penting dari Topaz Labs adalah fokusnya pada pemrosesan AI lokal. Adobe menyebut teknologi Neurostream milik Topaz Labs, yang memungkinkan model AI besar dan kompleks berjalan secara lokal di perangkat, ikut menjadi bagian dari akuisisi.

Faktor ini penting karena banyak alat AI kreatif saat ini bergantung pada proses berbasis layanan daring. Dengan pendekatan lokal, Adobe berpeluang memperluas kemampuan AI tanpa selalu membebani koneksi internet pengguna.

Deretan alat Topaz Labs yang berpotensi masuk lebih jauh

Topaz Labs Studio dikenal sebagai rangkaian multi-aplikasi untuk meningkatkan foto dan video dengan AI. Di dalamnya ada Video untuk memperkuat gerak lambat, stabilisasi, dan resolusi video, serta Photo untuk memperbaiki fokus, menghilangkan noise, dan menaikkan resolusi gambar.

Ada pula Gigapixel, software AI yang mampu memperbesar gambar beresolusi rendah hingga 6x. Selain itu, Topaz Labs menawarkan Image untuk koreksi dan peningkatan gambar lewat browser, Mosaic untuk memulihkan foto lama, Bloom untuk meningkatkan kejernihan dan detail, serta Astra sebagai program generative upscaling untuk video.

Masih mandiri, belum jelas perubahan harga

Adobe menegaskan aplikasi Topaz Labs akan tetap tersedia sebagai program terpisah setelah transaksi selesai. Dengan begitu, pengguna lama tampaknya belum akan dipaksa berpindah ke ekosistem Adobe dalam waktu dekat.

Namun, belum ada keterangan apakah akuisisi ini akan memicu perubahan harga bagi pengguna Topaz Labs. Adobe dan Topaz Labs juga belum menjelaskan apakah alat Topaz yang masuk ke Adobe akan mengikuti skema partner model di Photoshop yang membutuhkan generative credits.

Topaz Labs sendiri menjalankan model berlangganan seperti Adobe Creative Cloud. Perusahaan itu menawarkan beberapa opsi, mulai dari langganan tahunan, langganan tahunan yang dibayar bulanan, hingga langganan bulanan.

Adobe memperkirakan transaksi akan ditutup pada paruh kedua 2026. Setelah proses transfer selesai, CEO Topaz Labs Eric Yang akan tetap memimpin tim Topaz, sementara rincian hubungan kedua rangkaian perangkat lunak itu baru akan dijelaskan setelah akuisisi final.

Untuk saat ini, sinyal terkuatnya adalah Adobe ingin membawa lebih banyak kemampuan AI Topaz ke dalam produknya tanpa langsung menghapus posisi Topaz sebagai aplikasi mandiri. Itu membuat akuisisi ini berpotensi penting bukan hanya untuk Adobe, tetapi juga untuk para kreator yang bergantung pada alat AI foto dan video.

Berita Terbaru