Konferensi tahunan Alternative for Germany atau AfD tetap dimulai sesuai jadwal meski sekitar 20.000 orang turun ke jalan di Erfurt untuk memprotes pertemuan partai sayap kanan itu. Di luar lokasi, jalan dan jalur trem diblokir, sementara polisi anti huru hara berjaga ketat untuk mengawasi situasi.
Aksi massa tersebut memberi tekanan besar pada agenda partai, tetapi tidak menghentikan jalannya pertemuan. Kepolisian kemudian menulis di media sosial bahwa pertemuan itu memang dibuka sesuai rencana.
Tekanan di luar, keputusan penting di dalam
Di tengah pengamanan yang ketat, AfD kembali memilih Alice Weidel dan Tino Chrupalla sebagai ketua bersama. Keduanya tidak memiliki penantang dalam pemilihan itu, sehingga kepemimpinan partai kembali kukuh di saat AfD berusaha memperluas pengaruh politiknya.
Chrupalla, 51 tahun, terpilih kembali dengan 70,05 persen suara. Sementara itu, Weidel, 47 tahun, meraih 81,3 persen suara dalam pemungutan yang berlangsung menjelang pemilu daerah di Saxony-Anhalt dan Mecklenburg-Vorpommern.
| Tokoh | Jabatan | Hasil Pemilihan |
|---|---|---|
| Tino Chrupalla | Ketua bersama AfD | 70,05 persen suara |
| Alice Weidel | Ketua bersama AfD | 81,3 persen suara |
Protes anti-fasis memanas di pusat kota
Kelompok anti-AfD Widersetzen mengerahkan massa dengan seruan agar masyarakat memiliki sistem yang berbasis solidaritas, hak yang setara, keamanan yang setara, hak tinggal, dan jaminan sosial untuk semua. Demonstrasi itu berlangsung di berbagai titik dan membuat situasi di sekitar kongres memanas.
Polisi Thüringen menyebut protes tersebut sah, namun juga melaporkan adanya serangan terhadap sebuah kantor konstituen AfD dan petugas polisi. Serangan itu disebut menggunakan bom cat dan kembang api.
AfD dan pesan politiknya
AfD dikenal sebagai partai euroskeptik yang mendorong kontrol imigrasi yang ketat. Partai ini juga kritis terhadap dukungan Berlin kepada Ukraina dalam perang melawan Rusia.
Di tingkat nasional, dukungan untuk AfD terus menguat dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah survei terbaru menempatkan partai itu hingga 29 persen, lebih tinggi dibandingkan 22 persen untuk kelompok CDU/CSU milik Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Kondisi itu membuat kongres di Erfurt menjadi panggung penting bagi AfD, baik di tengah tekanan jalanan maupun saat partai berusaha menunjukkan soliditas kepemimpinan. Hasil pemilihan puncak tersebut menegaskan bahwa AfD masih bergerak dengan ambisi yang sama, meski penolakan publik di luar lokasi terus membesar.
