AGM G3 Pro Punya Lampu Camping Dan Kamera Termal, Tapi Sisi Kameranya Masih Lemah

Author: Redaksi Android62

AGM G3 Pro paling menonjol bukan pada kamera utamanya, melainkan pada deretan fitur yang dibuat untuk kerja lapangan. Ponsel ini membawa kamera termal, lampu camping yang sangat terang, tombol fungsi yang bisa diprogram, dan radio FM bawaan, sehingga jelas diarahkan ke pengguna yang membutuhkan perangkat praktis di situasi berat.

Di sisi ketahanan, AGM menempatkan G3 Pro sebagai smartphone rugged yang tidak sekadar terlihat kokoh. Perangkat ini mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H, diklaim tahan jatuh dari ketinggian hingga 1,5 meter, tahan debu dan air, serta mampu bekerja pada suhu antara -20 °C hingga +60 °C.

Fokus pada kebutuhan lapangan

Pilihan fitur pada bodi belakang memperlihatkan arah penggunaan yang sangat spesifik. Lampu camping menjadi salah satu daya tarik paling mencolok karena dibuat sangat terang, sementara kamera termal terintegrasi membantu membaca kondisi permukaan yang panas maupun dingin.

Kamera termal itu juga mampu mengenali titik pengukuran individual dan otomatis menemukan area terpanas serta terdingin dalam gambar. Namun, hasil pembacaannya tidak sepenuhnya presisi karena pengukuran suhu cenderung sedikit lebih tinggi dibandingkan pengukuran referensi.

AGM juga menyiapkan slot hybrid yang memberi fleksibilitas lebih besar. Pengguna dapat memakai dua kartu SIM sekaligus atau satu SIM bersama kartu microSD untuk perluasan penyimpanan.

Performa harian ada, tapi tidak melompat jauh

Untuk urusan dapur pacu, AGM G3 Pro memakai MediaTek Dimensity 7300. Chip ini memberi performa harian yang solid, tetapi tetap terasa berada di kelas menengah dan tidak melangkah lebih jauh dari itu.

Layar perangkat ini memakai panel TFT-LCD yang cukup terang untuk dipakai sehari-hari. Meski demikian, panel tersebut tidak bisa menandingi OLED dan cenderung menampilkan warna dengan nada yang cukup dingin.

Konektivitas dan hiburan masih menyimpan kompromi

Sektor konektivitas belum jadi area yang benar-benar menonjol pada G3 Pro. Dukungan GNSS masih single-band sehingga akurasi lokasi berkurang, sedangkan Wi-Fi 5 juga dinilai memiliki performa yang terbatas.

Di bagian audio, kualitas suara panggilan tergolong baik, tetapi perangkat ini belum dibekali peredam bising yang efektif. Motor getarnya juga terasa kurang premium untuk ukuran ponsel seperti ini, dan ada batasan lain di sisi hiburan karena perangkat tidak memiliki sertifikasi DRM untuk mendukung streaming kualitas tinggi di beberapa layanan.

Kamera menjadi titik terlemah

Meski membawa kamera termal sebagai pembeda, kamera biasa pada AGM G3 Pro justru menjadi bagian yang paling mengecewakan. Kamera depan masih menghasilkan foto yang bisa diterima, tetapi tampilannya terlalu tajam.

Kondisi lebih jelas terlihat pada kamera belakang. Detail yang dihasilkan rendah, tidak ada stabilisasi, dan pengguna hanya mengandalkan zoom digital, sementara perekaman video dibatasi sampai 30 FPS.

Daya tahan dan suara jadi penopang utama

Di tengah banyak kompromi, dua hal masih menjadi kekuatan nyata perangkat ini. Baterai besar memberi daya tahan pemakaian yang panjang, dan speaker yang sangat kencang membuatnya terasa relevan untuk kebutuhan luar ruang maupun pekerjaan lapangan.

Meski begitu, AGM menyebut baterai tersebut hanya dirancang untuk sekitar 800 siklus pengisian. Angka ini patut diperhatikan oleh pengguna yang memikirkan ketahanan perangkat dalam jangka panjang, terutama karena G3 Pro memang diposisikan sebagai ponsel yang mengutamakan durabilitas dan fungsi praktis di medan berat.

Source: www.notebookcheck.net
Berita Terbaru