OpenAI mengungkap adanya kampanye propaganda yang diduga dijalankan pengguna berbahasa Mandarin untuk menyerang kebijakan Donald Trump, terutama soal tarif tinggi dan isu teknologi Amerika Serikat. Operasi itu juga disebut masuk ke perdebatan tentang data center dan kecerdasan buatan dengan memanfaatkan ChatGPT.
Temuan tersebut menyorot cara baru pengaruh digital bekerja. Menurut OpenAI, pihak-pihak yang terlibat memakai AI generatif untuk membuat slogan, kartun, dan komentar yang kemudian disebarkan di berbagai platform dan kolom diskusi.
Konten yang dibuat lewat ChatGPT
OpenAI menyebut kelompok itu menggunakan ChatGPT untuk menghasilkan slogan dan kartun yang mengkritik kebijakan teknologi serta perdagangan Trump. Salah satu contoh yang dibagikan memperlihatkan Trump sebagai sosok yang merusak, dengan palu menghantam dinding bertuliskan “Masa Depan Global”.
Konten itu lalu disebarkan melalui X. Kelompok yang sama juga memakai ChatGPT untuk membuat komentar berbahasa Mandarin di bagian komentar artikel berbahasa Mandarin, serta menyusun konten dalam bahasa Italia dan Jepang.
Masuk ke debat data center dan AI
Selain menyerang Trump, operasi ini juga ikut campur dalam perdebatan publik di Amerika Serikat soal data center dan AI. OpenAI menilai kampanye itu menyasar isu sensitif, termasuk saat puluhan negara bagian telah atau sedang mempertimbangkan pembatasan pembangunan data center.
OpenAI juga membagikan contoh kartun lain yang menggambarkan industri data center sebagai pencari keuntungan yang rakus. Dalam ilustrasi itu, konsumsi listrik industri tersebut ditampilkan merugikan warga biasa.
Ben Nimmo, peneliti utama OpenAI, mengatakan kepada para jurnalis bahwa operasi itu tampaknya diarahkan untuk memanipulasi perdebatan tentang AI di AS dan kebijakan teknologi AS yang lebih luas. Ia juga menyebut ironis karena pihak yang dituding justru memakai AI buatan AS untuk menjalankan operasi tersebut.
Jejak ke sebuah perusahaan teknologi China
OpenAI mengatakan pihaknya juga melacak sekelompok pengguna lain ke sebuah perusahaan teknologi China yang mengerjakan proyek pemerintah. Namun, perusahaan itu tidak diungkap identitasnya.
Perusahaan menilai dampak operasi tersebut tidak signifikan, tetapi temuan ini memperlihatkan bagaimana AI generatif mulai dipakai dalam kampanye pengaruh digital. Menurut OpenAI, pola semacam ini menunjukkan bahwa alat AI kini bukan hanya menjadi sasaran perdebatan, tetapi juga sarana membentuk opini publik secara tersembunyi.
Kedutaan China di Washington mengatakan tidak mengetahui penelitian yang dilakukan OpenAI. Kedutaan itu menegaskan pihaknya menolak semua fitnah dan serangan tak berdasar terhadap China.
OpenAI menambahkan bahwa perusahaan penghasil konten digital juga telah memakai citra AI untuk membuat meme penentang data center, sebagaimana dilaporkan 404 Media pada pekan lalu. X dan xAI tidak merespons permintaan komentar melalui email.
Source: www.cnbcindonesia.com






