Alamtri Bagikan Dividen US$447,5 Juta, Laba Bersihnya Justru Terjun 67,56 Persen

Author: Redaksi Android62

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menetapkan dividen tahun buku 2025 sebesar US$447,5 juta, jumlah yang hampir menyentuh seluruh laba bersih perseroan. Keputusan itu membuat rasio pembayaran dividen atau payout ratio ADRO mencapai 99,96 persen, sehingga hanya tersisa porsi yang sangat kecil untuk saldo laba.

Kebijakan tersebut tetap berjalan meski laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk turun 67,56 persen menjadi US$447,69 juta. Dengan kondisi itu, nilai dividen yang dibagikan praktis hampir setara dengan laba yang dibukukan perusahaan sepanjang tahun lalu.

Dividen besar di tengah laba yang menyusut

Langkah pembagian dividen itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Jumat (17/4/2026). Dari total US$447,5 juta, manajemen sebenarnya sudah lebih dulu menyalurkan dividen interim sebesar US$250 juta pada 15 Januari 2026.

Artinya, sisa dividen final yang masih perlu dibayarkan berada di kisaran US$197,5 juta. Berdasarkan laporan Stockbit Sekuritas yang dikutip dari Bloombergtechnoz, nilai dividen final tersebut diperkirakan setara Rp117 per saham.

Jika mengacu pada harga saham saat penutupan perdagangan, imbal hasil atau dividend yield final diperkirakan sekitar 4,6 persen. Angka itu menegaskan bahwa distribusi keuntungan kepada pemegang saham tetap menjadi perhatian utama perseroan, meski kinerja labanya sedang tertekan.

Kinerja keuangan ikut menurun

Tekanan terhadap laba ADRO datang dari pelemahan pendapatan usaha dan kenaikan beban pokok pendapatan. Pendapatan usaha tercatat turun 9,66 persen menjadi US$1,87 miliar, sementara beban pokok pendapatan naik 2,50 persen.

Kondisi tersebut mempersempit ruang keuntungan perusahaan sepanjang tahun lalu. Salah satu penurunan yang paling terasa datang dari penjualan hasil tambang ekspor, yang merosot dari US$333,21 juta menjadi US$186,90 juta.

Di tengah pelemahan itu, laba bersih perseroan memang masih positif, tetapi jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Laba yang anjlok tersebut juga membuat dana dividen tahun buku 2025 menjadi lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Perbandingan dengan pembagian sebelumnya

Pada 2024, ADRO menyalurkan dividen sebesar US$500 juta. Sementara pada 2023, jumlah dividen yang dibagikan mencapai US$800 juta, sehingga angka tahun buku 2025 tercatat lebih rendah dari dua periode tersebut.

Meski begitu, porsi laba yang dibagikan pada tahun buku 2025 justru sangat besar terhadap laba bersih yang tersedia. Setelah dividen disalurkan, sisa laba bersih yang dialokasikan sebagai saldo laba hanya US$194.220 atau sekitar 0,04 persen.

Skema itu menunjukkan bahwa hampir seluruh laba bersih kembali ke pemegang saham. Dalam praktiknya, ruang yang ditahan perusahaan untuk memperkuat saldo laba menjadi sangat terbatas.

Posisi aset masih besar

Walau laba tertekan, posisi neraca ADRO masih menunjukkan skala perusahaan yang besar. Total aset tercatat US$6,81 miliar dengan ekuitas US$5 miliar.

Namun, liabilitas juga ikut meningkat dari US$1,33 miliar menjadi US$1,81 miliar. Kenaikan tersebut terjadi karena bertambahnya utang bank dan beban yang masih harus dibayar, sehingga kewajiban perusahaan ikut melebar.

Di tengah kombinasi antara laba yang menurun dan dividen yang tetap besar, keputusan ADRO mencerminkan pola distribusi imbal hasil yang sangat agresif. Bagi pemegang saham, kebijakan ini memberi porsi keuntungan yang hampir penuh, sementara bagi perusahaan, ruang akumulasi laba tertahan menjadi nyaris tidak ada.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru