Le Mans kembali menempatkan Ducati di bawah sorotan besar saat MotoGP Prancis bergulir pada 8 hingga 10 Mei 2026. Di sirkuit yang teknis dan sering dipengaruhi cuaca tak menentu itu, Alex Marquez melihat ada celah yang bisa menguji sejauh mana kekuatan tim asal Italia tersebut benar-benar bertahan.
Bagi Gresini Racing, seri kelima musim ini tidak sekadar soal kecepatan satu lap. Le Mans menuntut pembacaan situasi yang tepat sejak awal akhir pekan, karena kondisi lintasan bisa berubah dan hasil balapan kerap bergerak jauh dari perkiraan awal.
Le Mans dikenal sulit ditebak
Karakter lintasan Le Mans membuat banyak hal sulit dipastikan. Kombinasi trek teknis dan perubahan cuaca sering mengubah jalannya persaingan, sehingga susunan podium tidak selalu mengikuti prediksi sebelum balapan dimulai.
Situasi seperti ini memaksa tim untuk bekerja rapi sejak sesi latihan bebas. Setelan motor, arah pengembangan, dan kemampuan membaca permukaan lintasan menjadi bagian penting yang menentukan apakah performa bisa bertahan sampai balapan utama.
Dalam kondisi seperti itu, detail kecil bisa berpengaruh besar. Tim yang cepat beradaptasi dari satu sesi ke sesi berikutnya biasanya punya peluang lebih baik untuk menjaga stabilitas hasil sepanjang akhir pekan.
Sorotan untuk Ducati makin tajam
Alex Marquez menilai Ducati memang sempat menunjukkan performa yang menjanjikan. Namun, menurutnya, konsistensi tetap harus dibuktikan jika tim itu ingin menjaga posisi kuat di tengah persaingan yang terus berubah sejak awal musim 2026.
Pandangan itu membuat GP Prancis terasa penting bagi kubu Ducati. Le Mans bisa menjadi tempat yang memperlihatkan apakah keunggulan teknis mereka masih cukup kuat saat lintasan tidak memberi banyak ruang untuk kesalahan.
Di atas kertas, Ducati tetap masuk kelompok tim yang diperhitungkan. Tetapi Le Mans memiliki reputasi sebagai sirkuit yang kerap menguji apakah kelebihan itu mampu bertahan ketika kondisi menjadi tidak stabil.
Balapan dan prediksi podium ikut menarik perhatian
Selain persaingan di lintasan, GP Prancis juga memancing perhatian lewat kompetisi prediksi podium. Periode pengumpulan poin dibuka bersamaan dengan rangkaian latihan bebas hingga balapan utama pada 8-10 Mei 2026.
Aturannya sederhana, yakni menebak tiga pembalap yang finis di posisi teratas. Peserta yang mengumpulkan poin tertinggi pada akhir musim berpeluang membawa pulang hadiah utama yang telah disiapkan penyelenggara.
Hadiah untuk tiga peringkat teratas juga sudah ditentukan. Juara pertama akan memperoleh 1 unit Yamaha Aerox 155, posisi kedua mendapat Samsung Galaxy A26 5G, dan posisi ketiga menerima Samsung Galaxy A17 5G.
Untuk ikut bersaing, peserta harus mendaftarkan akun dan mengirim prediksi sebelum sesi balapan utama dimulai. Karena itu, ketepatan membaca performa para pebalap menjadi kunci, baik untuk mengejar hadiah mingguan maupun hadiah utama di akhir musim MotoGP 2026.
Dengan semua perhatian itu, Le Mans kembali tampil sebagai arena pembuktian. Ducati dituntut menjawab pertanyaan soal konsistensi, sementara Alex Marquez menangkap tanda bahwa sirkuit ini bisa membuka celah penting dalam pertarungan di MotoGP Prancis 2026.







