Amaryllis Julietta Harsono menyiapkan single ketiganya, They Call This Love, dengan cerita yang dekat dengan pengalaman banyak remaja. Penyanyi berusia 13 tahun itu mengolah rasa suka kepada seorang teman sekolah menjadi lagu berbalut jazz pop.
Lagu tersebut membawa pesan bagi remaja yang masih memilih menyimpan perasaan. Amaryllis berharap pendengarnya tidak terlalu takut mengungkapkan rasa suka, karena perasaan itu mungkin saja berbalas.
Dalam keterangannya kepada hot.detik.com di Jakarta Selatan pada Minggu, 19 Juli 2026, Amaryllis mengungkapkan asal mula ide lagunya. “Aku pikir itu cinta, karena di sekolah aku sempat punya crush sama seorang cowok,” ujar Amaryllis.
Pengalaman itu terjadi ketika ia bersekolah di Amerika Serikat. Dari situ, ia membangun They Call This Love sebagai cerita tentang rasa suka yang sempat ia pahami sebagai cinta.
Rekaman dan Video Musik Melibatkan Orang Terdekat
Dalam penggarapan singlenya, Amaryllis kembali bekerja bersama Ian dari Nona Records. Proses rekaman dilakukan di Studio 168, sedangkan video musiknya mengambil lokasi di Cafe Sembilan.
Video musik lagu ini tidak hanya menampilkan konsep yang dekat dengan dunia remaja. Amaryllis mengajak teman-teman, adik, serta sepupunya sebagai talent dalam pengambilan gambar.
Single ketiga tersebut direncanakan rilis pada akhir bulan. Sasaran utamanya adalah pendengar muda yang sedang mengenal pengalaman cinta pertama.
“Kalau ada orang yang punya crush dan takut mengaku, semoga mereka mau mendengarkan lagu ini. Jangan takut, karena bisa saja dia juga menyukai kalian,” kata Amaryllis.
Tiga Single dengan Cerita yang Berbeda
Perjalanan musik Amaryllis banyak bertumpu pada cerita yang dekat dengan kehidupannya. Sebelum menyiapkan lagu terbaru, ia telah merilis dua single dengan tema perpisahan dan kasih sayang keluarga.
| Single | Penulis atau Kolaborator | Tema Utama |
|---|---|---|
| I Have To Leave | Amaryllis dan Ian dari Nona Records | Perpisahan saat meninggalkan Jakarta untuk kembali ke Amerika Serikat |
| Ayah dan Ibu | Aldi | Kasih sayang serta pengorbanan orang tua |
| They Call This Love | Ian dari Nona Records | Perasaan suka dan kisah cinta remaja |
Single pertama Amaryllis, I Have To Leave, lahir dari pengalaman meninggalkan Jakarta untuk kembali menetap di Amerika Serikat. Kepindahan itu mengikuti pekerjaan ayahnya dan membuatnya harus berpisah dengan teman sekolah, keluarga besar, kakek, serta nenek.
Amaryllis lahir di San Diego, Amerika Serikat, pada 4 September 2012. Namun, ia menghabiskan masa kecil di Jakarta sejak berusia lima tahun sebelum kembali ke Amerika Serikat.
Single keduanya, Ayah dan Ibu, ditulis oleh Aldi dalam nuansa balada. Lagu tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus pengingat bagi anak-anak untuk menghargai kasih sayang serta pengorbanan orang tua.
Aktivitas Seni di Luar Musik
Selain bernyanyi, Amaryllis menekuni piano, gitar, balet, hip-hop, dan tari kontemporer. Kemampuan pianonya mengantarkan ia meraih penghargaan Favorite Performance pada Alunan Melodi Piano Recital 2023.
Ia juga meraih tiga medali perak dalam Malaysia NextGen Dance Competition 2024. Penghargaan itu diperoleh dari kategori Solo Ballet, Solo Contemporary, dan K-Pop Dance.
Di bidang literasi, Amaryllis pernah memenangkan KidPublish Story Writing Competition. Buku pertamanya, Roger the Detective Rhino, diterbitkan KidPublish Publisher dan dipasarkan di gerai Kinokuniya Indonesia.
Penerbit tersebut kemudian mempercayakannya menulis buku kedua berjudul Kaya Hegi, Kata Hedi yang bertema petualangan dunia hewan. Saat ini, Amaryllis mengerjakan buku fiksi ilmiah Starboys bersama adiknya, Audellya Ambara Harsono.
