Anakonda sering dianggap sebagai ular yang paling besar, sementara piton justru dikenal karena mampu mencapai panjang yang sangat impresif. Perbedaan ini penting karena keduanya sama-sama ular raksasa yang tidak berbisa, tetapi ukuran yang menonjol pada masing-masing jenis ternyata tidak sama.
Yang membuat banyak orang keliru adalah cara membandingkannya. Anakonda unggul dalam bobot dan lingkar tubuh, sedangkan piton lebih menonjol dari sisi panjang, sehingga penyebutan “lebih besar” pada keduanya bergantung pada ukuran apa yang dijadikan patokan.
Bentuk tubuh memberi petunjuk paling cepat
Anakonda hijau dikenal dengan tubuh yang pendek, tebal, dan tampak sangat masif. Warna tubuhnya zaitun dengan bintik-bintik hitam berbentuk oval yang tersusun berselang-seling, sementara kepalanya terlihat besar dan memanjang sehingga batas antara kepala dan leher tampak jelas.
Piton punya ciri yang berbeda. Kepala ular ini lonjong dengan ujung yang cenderung segitiga, dan tubuhnya terlihat lebih ramping dibanding anakonda. Di Indonesia, piton sanca kembang atau piton batik menjadi salah satu jenis yang paling dikenal.
Ukuran keduanya tidak bisa disamakan begitu saja
Jika yang dibandingkan adalah berat, anakonda hijau berada di posisi yang lebih menonjol. Ular ini disebut sebagai ular terbesar di dunia dari sisi bobot dan lingkar tubuh, dengan panjang yang dapat mencapai 9 meter dan berat sekitar 250 kg.
Sebaliknya, piton justru dikenal sebagai ular yang sangat panjang. Piton retikulata atau Malayopython reticulatus menjadi piton terpanjang di Asia, dengan panjang sekitar 7 sampai 8 meter, meski ada laporan pada 1912 yang menyebut ukurannya mencapai 10 meter.
Habitatnya juga berbeda jauh
Piton memiliki sebaran yang luas dan lebih mudah ditemukan di Indonesia. Hewan ini hidup di Afrika sub-Sahara, India, Asia Tenggara, dan Australia, dengan sebagian jenis berada dekat perairan dan sebagian lain memilih hidup di pepohonan.
Anakonda berasal dari Amerika Selatan, terutama wilayah tropis seperti lembah Sungai Amazon dan Orinoco. Ular ini cenderung tinggal di sungai berarus lambat, rawa-rawa, dan hutan hujan yang lekat dengan lingkungan air.
Gerakan dan kebiasaan berburu tidak sama
Piton berburu dengan cara bersembunyi dan juga punya kemampuan memanjat pohon dengan melilitkan tubuhnya. Kecepatan maksimumnya di darat sekitar 1 mph, dan di air kecepatannya cenderung konstan.
Anakonda bergerak lebih cepat. Kecepatannya bisa mencapai 5 mph di darat dan 10 mph saat berenang, sehingga ular ini dikenal sebagai pemburu aktif sekaligus perenang yang andal.
Cara berkembang biak menjadi pembeda lain
Piton berkembang biak dengan bertelur atau ovipar. Setelah telur keluar, induknya melilit atau mengerami telur agar suhu tetap stabil sampai menetas.
Anakonda berbeda karena tergolong ovovivipar. Betina menyimpan telur di dalam tubuhnya selama kurang lebih tujuh bulan, lalu melahirkan anak ular yang sudah menetas.
Walau sama-sama masuk kelompok ular raksasa dan sama-sama membunuh mangsa dengan lilitan, piton dan anakonda memiliki ciri hidup yang berbeda sejak habitat, bentuk tubuh, ukuran, gerakan, hingga cara berkembang biak. Perbedaan itu membuat keduanya tidak tepat jika disamakan begitu saja.
