Ancaman Hantavirus Tak Hanya Di Tikus Got, Lima Spesies Ini Juga Masih Berkeliaran Dekat Kita

Author: Redaksi Android62
Add on Google

Ancaman hantavirus tidak hanya datang dari satu jenis tikus, tetapi dari beberapa spesies yang hidup dekat dengan manusia. Sebagian di antaranya bahkan berada di sekitar pemukiman, selokan, kebun, dan area lembap, sehingga kontak dengan urin, air liur, atau kotorannya lebih mudah terjadi.

Di Indonesia, perhatian terhadap tikus pembawa hantavirus menjadi penting karena tikus got dan tikus rumah dikenal sangat dekat dengan lingkungan manusia. Kondisi itu membuat pengendalian populasi tikus dan kehati-hatian saat berhadapan dengan hewan liar menjadi langkah yang sangat relevan.

Tikus yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari

Tikus got atau Rattus norvegicus kerap berkeliaran di selokan dan got. Ukurannya besar, bobotnya dapat mencapai 500 gram, dan panjangnya bisa mencapai 39 sentimeter.

Spesies ini diketahui dapat menyebarkan seoul virus yang dapat memicu gangguan ginjal dan gejala mirip demam berdarah. Animal Diversity Web juga menyebut tikus got dapat menularkan parasit dan menyebabkan infeksi jika menggigit.

Tikus rumah atau Rattus rattus juga membawa seoul virus. Kemenkes BKPK menjelaskan bahwa risikonya tinggi karena tikus ini hidup di area yang sama dengan manusia, terutama permukiman.

Tikus rumah tidak hanya muncul di wilayah terpencil atau pedesaan. Hewan ini juga ditemukan di kota besar seperti Jakarta dan Bandung, serta penyebarannya telah mencapai Afrika, Eropa, dan Amerika.

Spesies kecil yang membawa ancaman besar

Tidak semua tikus pembawa hantavirus berukuran besar. Tikus padi kecil ekor panjang atau Oligoryzomys longicaudatus justru bertubuh kecil, dengan panjang maksimal 22 sentimeter dan bobot 24 gram.

BRIN menjelaskan bahwa spesies yang berasal dari Argentina dan Chile ini dapat menyebarkan andes virus. Virus tersebut memicu Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS, infeksi paru-paru berat yang dapat berujung pada gagal napas dan kematian bila tidak ditangani.

Ada pula tikus sawah rawa atau Oryzomys palustris yang dikenal sebagai inang utama hantavirus genotype Bayou. Texas Digital Library menyebut virus ini banyak ditemukan pada individu jantan yang sudah tua.

Penularan ke manusia dapat terjadi lewat kontak dengan cairan tubuh tikus, seperti urin dan air liur. Spesies semi akuatik ini hidup di area lembap, lincah, pandai berenang, dan hanya ditemukan di wilayah Amerika Serikat.

Tikus kaki putih juga masuk daftar waspada

Spesies lain yang perlu diperhatikan adalah tikus kaki putih atau Peromyscus leucopus. Hewan asli Amerika ini memiliki panjang maksimal 19 sentimeter dan kerap dipelihara atau dijadikan objek percobaan.

iNaturalist menyebut tikus kaki putih tidak hanya bisa membawa hantavirus, tetapi juga penyakit lain seperti penyakit Lyme. Bakteri berbahaya Borrelia burgdorferi juga dapat ditemukan di dalam tubuh tikus ini.

Lima spesies tersebut memperlihatkan bahwa hantavirus bukan ancaman yang terbatas pada satu wilayah saja. Karena itu, hewan liar sebaiknya tidak disentuh sembarangan dan populasi tikus perlu dikendalikan agar risiko penularan tetap rendah.

Source: www.idntimes.com
Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terbaru