Kabar bahwa Apple membuka pembicaraan dengan Intel untuk memproduksi sebagian chip di Amerika Serikat langsung memicu respons besar di pasar. Saham Intel melonjak ke level rekor baru karena investor membaca peluang itu sebagai sinyal bahwa perusahaan tersebut bisa mendapat peran jauh lebih penting di rantai pasok chip Apple.
Minat pasar muncul bahkan sebelum ada kesepakatan final. Bloomberg melaporkan pembicaraan Apple dengan Intel dan Samsung Electronics masih berada pada tahap awal, tetapi arah diskusinya sudah cukup untuk mengangkat ekspektasi terhadap bisnis foundry Intel.
Intel jadi sorotan utama
Di antara nama yang disebut, Intel paling menyita perhatian karena pembicaraan yang beredar tidak hanya menyangkut pemasok tambahan. Apple disebut sedang menjajaki kemungkinan memakai layanan chipmaking Intel untuk memproduksi prosesor utama bagi perangkatnya di fasilitas Intel di AS.
Dalam skenario yang dibahas Bloomberg, chip A-series 3nm untuk iPhone dan SoC M-series untuk MacBook menjadi bagian dari pembahasan. Jika itu terealisasi, Intel akan bergerak lebih dalam ke rantai produksi chip inti Apple, bukan sekadar berada di pinggiran sebagai mitra pendukung.
Sikap pasar terhadap kabar ini sangat agresif. Pada perdagangan Selasa, saham Intel sempat naik 13% dan mencapai $110,48 sebelum ditutup di $108,18, dengan valuasi pasar menyentuh $543,7 miliar.
Langkah Apple mencari jalur produksi lain
Diskusi itu juga dibaca sebagai upaya Apple memperluas jalur produksi chip di luar TSMC, pemasok utamanya selama ini. Bagi pasar, arah ini menunjukkan keinginan Apple mengurangi ketergantungan pada satu basis produksi, terutama yang berbasis di Taiwan.
Bloomberg menyebut Apple telah menggelar pembicaraan eksploratif dengan Intel untuk memakai layanan chipmaking perusahaan itu di AS. Tujuan utamanya adalah menambah opsi manufaktur dan memperluas produksi chip dengan jalur pasokan yang lebih beragam.
Apple juga dikabarkan telah mengunjungi pabrik chip canggih Samsung yang masih dibangun di Texas. Dalam pembahasan yang sama, Samsung disebut berpotensi menangani sisi memori, sementara Intel dibahas untuk peran yang lebih besar pada jalur manufaktur prosesor.
Optimisme investor belum menunggu kesepakatan resmi
Sinyal yang muncul dari diskusi awal itu sudah cukup untuk membuat investor bergerak cepat. Creative Strategies CEO Ben Bajarin ikut menambah perhatian pasar setelah menulis di X bahwa Apple dinilai “much farther along than just ‘discussions with Intel on foundry.’”
Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa pembicaraan yang berlangsung mungkin lebih maju daripada yang terlihat di permukaan. Meski begitu, rincian resmi dari Apple maupun Intel belum muncul, sehingga semua masih bertumpu pada tahap eksplorasi.
Kenaikan Intel setelah kabar itu juga berlanjut pada sesi berikutnya. Pada perdagangan Rabu, saham Intel kembali naik 4,46% dan ditutup di $113,01, lalu sedikit melemah setelah jam perdagangan.
Dampak besar bagi Intel dan Apple
Pergerakan saham Intel yang begitu tajam menegaskan betapa besar arti potensi kerja sama ini di mata pasar. Apple adalah salah satu pembeli chip paling berpengaruh di industri, sehingga peluang Intel masuk ke rantai pasoknya dianggap sebagai validasi besar bagi bisnis foundry perusahaan itu.
Kekuatan reli Intel terlihat dari performanya dalam setahun terakhir. Saham perusahaan itu kini tercatat naik sekitar 430% dibanding setahun sebelumnya, dan sekitar 174% hanya pada 2026.
Bagi Apple, arah pembicaraan ini sejalan dengan strategi yang lebih luas untuk memperkuat produksi chip di Amerika Serikat. Jika diskusi berlanjut, Intel dan Samsung dapat menjadi opsi tambahan yang membantu mengurangi risiko ketergantungan pada satu pemasok utama.
Source: www.notebookcheck.net