Tujuh UMKM asal Daerah Istimewa Yogyakarta memperoleh ruang promosi untuk menjangkau konsumen dan calon mitra bisnis yang lebih luas melalui Road to INACRAFT 2026. Program ini menjadi jalur bagi pelaku usaha binaan Peruri untuk memperlihatkan kualitas produk lokal di hadapan pasar yang lebih besar.
Peserta yang tergabung dalam Jogja Berkarya membawa produk dari tiga sektor, yakni fesyen, kerajinan, dan kuliner. Ragam produk tersebut mencakup batik tulis, busana wastra, barang kulit, hingga pangan olahan khas daerah.
Ruang Promosi Sekaligus Pengembangan Usaha
Peruri memandang keterlibatan UMKM dalam kegiatan ini tidak terbatas pada bantuan promosi. Program tersebut juga diarahkan untuk memperluas jejaring pemasaran, membuka peluang kerja sama, dan memperkuat kapasitas usaha para peserta.
Head of Corporate Secretary Peruri Adi Sunardi mengatakan Road to INACRAFT 2026 memberi kesempatan kepada UMKM binaan untuk mengenalkan kualitas dan keunikan produknya. Pernyataan itu dikutip money.kompas.com dari keterangan tertulis pada Selasa, 21 Juli 2026.
“Keikutsertaan dalam Road to INACRAFT 2026 memberikan kesempatan bagi UMKM binaan PERURI untuk memperkenalkan kualitas dan keunikan produknya kepada pasar yang lebih luas,” ujar Adi. Ia berharap kegiatan tersebut memperluas jaringan usaha serta mendorong peningkatan kualitas, inovasi, dan daya saing produk.
Produk yang Dibawa Tujuh UMKM
| UMKM | Sektor | Produk yang Ditampilkan |
|---|---|---|
| Astarupa | Fesyen | Kaos batik dan kaos lukis |
| Ethnic Gendhis | Fesyen | Batik tulis dengan desain etnik |
| Klamby Kulo | Fesyen | Busana dan aksesori |
| Kain Etnik Mama Poenya | Fesyen | Busana wastra Indonesia dengan teknik jahit khas |
| CFTM | Kerajinan | Dompet dan strap kulit asli |
| Delolie | Kuliner | Kukis gaplek khas Gunungkidul |
| Black Garlic Adimas | Kuliner | Produk olahan bawang hitam |
Sektor fesyen menjadi kelompok dengan peserta terbanyak dalam pameran tersebut. Astarupa membawa kaos batik dan kaos lukis, sedangkan Ethnic Gendhis menampilkan batik tulis dengan desain etnik.
Klamby Kulo menampilkan busana beserta aksesori. Sementara itu, Kain Etnik Mama Poenya mengangkat busana berbahan wastra Indonesia yang dibuat dengan teknik jahit khas.
Dari sektor kerajinan, CFTM memperkenalkan dompet dan strap berbahan kulit asli. Pilihan produk pangan diwakili Delolie dengan kukis gaplek khas Gunungkidul serta Black Garlic Adimas melalui olahan bawang hitam.
Digelar di Jogja Expo Center
Road to INACRAFT 2026 berlangsung pada 15–19 Juli 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian menuju puncak penyelenggaraan INACRAFT 2026.
Pertemuan langsung dengan konsumen dan calon mitra usaha memberi peserta kesempatan untuk membaca kebutuhan pasar. Wawasan tersebut dapat digunakan pelaku usaha untuk menyesuaikan pengembangan produk dengan perubahan permintaan.
Penguatan akses pasar menjadi unsur penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif. Bagi UMKM Jogja Berkarya, kegiatan ini membuka kesempatan untuk meningkatkan nilai jual produk lokal dan membangun hubungan bisnis baru yang relevan.
