Argentina Pertahankan Messi Saat Cedera, Piala Dunia 2026 Jadi Ujian Warisan Juara

Author: Redaksi Android62

Argentina memilih mempertahankan Lionel Messi dalam skuad 26 pemain untuk Piala Dunia 2026, meski sang kapten masih dibekap cedera. Keputusan itu menegaskan bahwa Scaloni belum melihat ada alasan untuk menggeser peran Messi dari pusat proyek Tim Tango.

Langkah tersebut juga mengirim pesan kuat tentang arah Argentina sebagai juara bertahan. Di tengah sorotan soal kondisi fisik Messi, Argentina justru menaruh bobot besar pada pengalaman, pengaruh, dan warisan yang selama ini melekat pada sang bintang.

Cedera Messi muncul saat Inter Miami menghadapi Philadelphia Union pada Senin (25/4/2026). Dalam pertandingan itu, ia hanya bermain 73 menit karena merasakan keluhan pada kaki.

Meski kondisi tersebut membuat kebugarannya dipertanyakan, namanya tetap masuk daftar akhir yang diumumkan Lionel Scaloni pada Jumat (29/5/2026) pagi. Dengan begitu, Messi akan memimpin Argentina di Piala Dunia keenam dalam kariernya pada usia 38 tahun.

Messi masih jadi pusat kepercayaan Scaloni

Keputusan mempertahankan Messi menunjukkan betapa besar nilai yang masih diberikan Argentina kepada sang kapten. Perannya tidak hanya dipandang dari kontribusi di lapangan, tetapi juga dari pengaruhnya di ruang ganti dan dalam menjaga arah tim.

Selama era Scaloni, Messi memang tetap menjadi figur utama dalam pembentukan identitas permainan Argentina. Karena itu, status cedera tidak langsung menghapus keyakinan bahwa kehadirannya masih penting untuk turnamen terbesar sepak bola dunia.

Di sisi lain, keberadaan Messi di skuad ini membuat Argentina semakin dekat dengan pencapaian langka di level internasional. Ia kini menyamai Cristiano Ronaldo sebagai pemain dengan enam penampilan di Piala Dunia.

Rekor itu bahkan melampaui Antonio Carbajal, legenda Meksiko yang tampil dalam lima edisi beruntun pada 1950, 1954, 1958, 1962, dan 1966. Di bawah mereka, ada nama-nama besar seperti Lothar Matthaus, Andres Guardado, Guillermo Ochoa, Rafael Marquez, dan Gianluigi Buffon yang tercatat tampil di empat edisi.

Skuad stabil, fondasi juara tetap dipertahankan

Selain Messi, Scaloni juga mempertahankan banyak nama inti dari tim yang menjadi juara dunia di Qatar. Argentina datang dengan komposisi yang relatif stabil, tanpa banyak perubahan besar dari empat tahun lalu.

Emiliano Martinez, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Lautaro Martinez, dan Julian Alvarez kembali masuk daftar. Kombinasi itu memperlihatkan bahwa Argentina masih bertumpu pada fondasi yang sama, dengan perpaduan pengalaman, intensitas, dan kualitas di setiap lini.

Di belakang, Argentina juga membawa pemain-pemain yang sudah akrab dengan sistem Scaloni. Opsi itu memberi tim ruang untuk tetap solid saat menghadapi lawan-lawan yang dinilai lebih menantang di fase grup.

Argentina sendiri tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Sebagai unggulan pertama, mereka dituntut tampil konsisten sejak pertandingan pembuka.

Pencoretan Mastantuono jadi kejutan terbesar

Di tengah skuad yang terbilang stabil, keputusan paling mencuri perhatian justru datang dari luar daftar. Franco Mastantuono tidak dibawa ke Piala Dunia 2026, padahal wonderkid Real Madrid itu sebelumnya diperkirakan punya peluang besar masuk skuad final.

Mastantuono sempat dianggap layak karena mendapat menit bermain yang cukup tinggi di klubnya. Namun Scaloni memilih jalan lain dan lebih mengutamakan keseimbangan tim daripada sekadar memasukkan nama yang sedang menanjak.

Pilihan itu menegaskan bahwa Argentina tidak hanya mengandalkan popularitas atau sorotan individual. Tim ini dibangun untuk menjaga kesinambungan, dan keputusan akhir menunjukkan prioritas tetap berada pada struktur serta stabilitas skuad.

Dengan Messi tetap ada di dalam daftar dan mayoritas pemain kunci juga dipertahankan, Argentina datang ke Piala Dunia 2026 membawa beban sekaligus modal besar. Sebagai juara bertahan, mereka bukan hanya dituntut menjaga level permainan, tetapi juga membuktikan bahwa warisan juara masih sanggup menjadi tenaga utama di panggung dunia.

Source: bola.bisnis.com
Berita Terbaru