Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam menambah tarif impor Kanada setelah asap kebakaran hutan melintasi perbatasan dan menyelimuti sejumlah wilayah AS. Ia menilai biaya pencemaran udara yang ditanggung negaranya perlu dimasukkan ke dalam beban tarif Kanada.
Ancaman itu memperluas sengketa kedua negara dari urusan perdagangan ke dampak lingkungan lintas batas. Asap yang terbawa angin telah menurunkan jarak pandang dan membuat kualitas udara di sejumlah kota berada pada tingkat berbahaya.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut asap yang memasuki wilayah AS sebagai kondisi yang “benar-benar tidak dapat diterima”. Ia menyatakan biaya miliaran dollar AS akibat polusi udara seharusnya ditambahkan pada tarif yang dibayarkan Kanada.
Trump juga menuding Kanada tidak cukup baik mengendalikan kebakaran hutan yang memburuk dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, pengelolaan kawasan hutan dan semak belukar yang buruk membuat warga AS harus menghirup udara kotor dan tidak sehat.
Tekanan Dagang di Tengah Krisis Asap
Rencana penambahan Tarif Kanada muncul ketika kebakaran hutan di negara tersebut meningkat tajam dalam beberapa pekan. Trump dijadwalkan menghubungi Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada Jumat waktu setempat untuk membahas langkah penanganan kebakaran.
Komunikasi itu menjadi penting karena dampak kebakaran tidak berhenti di wilayah Kanada. Asap dari titik-titik api telah bergerak menuju kawasan timur laut AS, termasuk New York City.
| Perkembangan | Waktu | Keterangan |
|---|---|---|
| Unggahan Mark Carney | Rabu, 16 Juli 2026 | Kebakaran hutan di Kanada dilaporkan meningkat tajam. |
| Rencana komunikasi Trump | Jumat waktu setempat | Membahas penanganan kebakaran dengan Mark Carney. |
| Final Piala Dunia FIFA | Minggu, 19 Juli 2026 | Kualitas udara menjadi perhatian di timur laut New Jersey. |
Ontario Melakukan Evakuasi
Mark Carney menyampaikan melalui unggahan di X pada 16 Juli 2026 bahwa kebakaran hutan Kanada meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi terberat dilaporkan terjadi di Northwestern Ontario, tempat ribuan warga harus dievakuasi karena api meluas.
Dampak Kebakaran Hutan Kanada kemudian dirasakan jauh dari lokasi kebakaran. Sejumlah wilayah di timur laut AS menghadapi gangguan jarak pandang serta risiko kesehatan akibat kualitas udara yang memburuk.
Situasi ini juga menarik perhatian menjelang final Piala Dunia FIFA di wilayah timur laut New Jersey pada Minggu. Trump dijadwalkan menghadiri pertandingan final antara Spanyol dan Argentina, setelah berada di New York untuk resepsi FIFA di Trump Tower pada Jumat.
Respons Badan Lingkungan AS
Administrator Badan Perlindungan Lingkungan AS atau EPA, Lee Zeldin, mengatakan dampak kebakaran di Kanada memicu kekhawatiran besar di berbagai wilayah AS. EPA telah berkomunikasi dengan pemerintah Kanada dan akan mendorong upaya pemadaman secepat mungkin.
Zeldin mengimbau masyarakat memantau kondisi melalui peta kebakaran dan asap AirNow. Pembaruan tersebut dinilai penting agar warga mengetahui tingkat polusi udara di wilayah masing-masing.
Menurut laporan Kompas Money yang mengutip CNBC, persoalan asap kini menjadi salah satu dasar tekanan dagang Trump terhadap Kanada. Isu ini mempertemukan kepentingan kesehatan masyarakat, penanganan bencana, dan hubungan ekonomi dua negara.
Sejumlah ilmuwan sebelumnya telah memperingatkan bahwa perubahan iklim yang dipengaruhi aktivitas manusia dapat meningkatkan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan. Setelah unggahan Donald Trump, The New York Times juga melaporkan pemerintahannya tengah membubarkan laboratorium yang meneliti asap kebakaran hutan beserta dampaknya.
