Keluhan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di sekitar TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, mulai menurun setelah sempat melonjak pada hari-hari awal kebakaran. Puskesmas Kecamatan Sukadiri mencatat tidak ada lagi pasien baru dengan keluhan gangguan pernapasan sejak hari keempat kejadian.
Meski begitu, kebakaran di tempat pembuangan akhir tersebut belum sepenuhnya padam. Pada Senin (6/7/2026), atau hari ketujuh kebakaran, asap masih terlihat menyelimuti beberapa desa di sekitar lokasi, menandakan kondisi di wilayah terdampak belum benar-benar pulih.
Paparan Asap Sempat Meluas ke Tiga Kecamatan
Dampak awal kebakaran TPA Jatiwaringin sempat dirasakan warga di Mauk, Rajeg, dan Sukadiri. Pada fase awal itu, kepulan asap memicu peningkatan gangguan pernapasan di sejumlah desa yang berada dekat titik kebakaran.
Menurut Kepala Puskesmas Kecamatan Sukadiri, dr Dicky Soegiharto, penurunan keluhan terlihat seiring turunnya indeks pencemaran udara. Ia menyebut hasil pengukuran menunjukkan kualitas udara membaik jauh dibandingkan hari pertama dan kedua kebakaran.
“Sejak hari keempat kebakaran dan sampai hari ini tidak ada lagi keluhan ISPA karena dari pengukuran indeks pencemarannya sudah menurun jauh dibanding hari pertama dan kedua,” katanya.
| Wilayah Terdampak | Kondisi Awal | Perkembangan Terbaru |
|---|---|---|
| Mauk | Terdampak asap dari kebakaran | Keluhan ISPA mulai menurun |
| Rajeg | Terdampak asap dari kebakaran | Keluhan ISPA mulai menurun |
| Sukadiri | Terdampak asap dari kebakaran | Tidak ditemukan pasien baru dengan gangguan pernapasan |
Kasus Sempat Naik di Delapan Desa
Dr Dicky mengatakan lonjakan gangguan kesehatan sempat terjadi di delapan desa yang terkena paparan asap secara langsung. Selama tiga hari pertama kebakaran, kasus ISPA meningkat karena iritasi asap sebelum kemudian tidak lagi dijumpai pada hari keempat dan seterusnya.
“Jadi, di lokasi yang terdampak terutama pada tiga hari pertama terjadi peningkatan kasus ISPA, dikarenakan iritasi asap, tetapi di hari keempat dan seterusnya tidak lagi kita jumpai,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi memburuk, Puskesmas Sukadiri tetap menyiapkan langkah koordinasi dengan tim kesehatan. Jika risiko kebakaran meningkat lagi, evakuasi dan pengobatan disebut sudah dipersiapkan.
“Jadi kalau sewaktu-waktu terjadi peningkatan risiko atau bencana yang lebih besar, kami mempersiapkan untuk berkoordinasi mengirim tim ke sana untuk mengevakuasi untuk pengobatan,” ujarnya.
Pemadaman Terus Berjalan, TMC Masih Ditunda
Di sisi lain, upaya pemadaman kebakaran masih berlangsung secara terpadu antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Lingkungan Hidup, dan instansi terkait lainnya. Seluruh pihak masih berupaya memadamkan titik api yang tersisa di area TPA.
Rencana penerapan teknologi modifikasi cuaca juga belum dapat dilakukan. Operasi penyemaian garam masih ditunda karena kondisi atmosfer belum mendukung dan potensi terbentuknya awan hujan masih sangat minim.
Selama kebakaran belum tuntas, warga di sekitar TPA Jatiwaringin tetap berada dalam kondisi waspada. Penurunan kasus ISPA memberi kabar baik, tetapi asap yang masih bertahan menunjukkan situasi di lokasi belum sepenuhnya normal.
Source: www.beritasatu.com






